Peristiwa

Imbas Banjir, Jalan Lingkungan di Dusun Pojok Klitih Ambles dan Ditutup Total, Aktivitas Warga Terganggu

PLANDAAN, KabarJombang.com – Banjir akibat luapan sungai yangyy no melanda Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Senin (30/3/2026) malam, mengakibatkan jalan lingkungan di Dusun Pojok ambles dan harus ditutup total. Dampaknya, aktivitas warga setempat terganggu, meski masih tersedia jalur alternatif.

Kerusakan terjadi di wilayah RT/RW 06/03, Dusun Pojok, dan mulai diketahui warga pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Jalan paving yang berada di sisi Sungai Pojok ambrol setelah tergerus arus deras saat banjir melanda kawasan tersebut.

Kepala Desa Klitih, Siti Roaini, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut kerusakan dipicu tingginya debit air yang tidak mampu ditahan struktur tanah di bantaran sungai.

“Iya benar, ada jalan ambles imbas banjir tadi malam. Lokasinya di Dusun Pojok, RT/RW 06/03, dan memang berada tepat di samping Sungai Pojok,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).

Ia menegaskan, jalan yang rusak merupakan jalan lingkungan, bukan jalur penghubung antar dusun. Namun, posisinya yang berdekatan langsung dengan aliran sungai membuat jalan tersebut rentan tergerus, terutama saat debit air meningkat signifikan.

“Panjang jalan yang ambles kurang lebih 2,5 meter dengan lebar sekitar 3 meter,” jelasnya.

Akibat kerusakan tersebut, akses jalan ditutup total sehingga menghambat mobilitas warga. Meski demikian, masyarakat masih dapat menggunakan jalur alternatif di gang sekitar lokasi.

“Aktivitas warga memang terganggu karena jalan harus ditutup, tetapi masih ada akses alternatif di gang sebelah,” tambahnya.

Pemerintah Desa Klitih berencana segera melakukan perbaikan agar akses kembali normal. Pihak desa juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jombang dalam proses pemulihan.

“Secepatnya akan kami lakukan perbaikan. Kami juga berharap ada bantuan dari Pemkab Jombang untuk mempercepat pemulihan jalan,” ungkap Siti Roaini.

Sementara itu, banjir dilaporkan telah surut pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Dampak kerusakan hanya terjadi pada jalan lingkungan di RT 06, sedangkan rumah warga tidak mengalami kerusakan berarti.

“Kerusakan hanya pada jalan. Rumah warga sempat kemasukan air, tetapi tidak sampai rusak,” jelasnya.

Sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Marmoyo dan Sungai Rapah Ombo meluap. Air yang tidak tertampung mengalir ke wilayah dataran rendah, termasuk Dusun Pojok, sehingga menyebabkan banjir yang merendam permukiman sejak sore hingga malam hari, dengan ketinggian air diperkirakan mencapai pinggang orang dewasa.

Selain Dusun Pojok, banjir juga merendam sejumlah wilayah lain, seperti Dusun Rapahombo dan Dusun Kedungdendeng di Desa Jiporapah, Kecamatan Plandaan. Banjir di kawasan tersebut diketahui kerap terjadi, namun kali ini disebut lebih parah karena air sempat masuk ke dalam rumah warga.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman