Peristiwa

7 Rumah di Penggaron Mojowarno Retak dan Terancam Ambruk, Akibat Tanggul Sungai Tergerus Air

MOJOWARNO, KabarJombang.com – Sedikitnya tujuh rumah warga di Dusun Penggaron, Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, terancam ambruk akibat retakan yang disebabkan tanggul Sungai Slumbung yang terus tergerus aliran air. Retakan pada sejumlah bangunan dilaporkan semakin melebar, terutama saat terjadi getaran maupun hujan deras.

Kepala Dusun Penggaron, Mahmud Nasution mengatakan, kerusakan pada tanggul sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat struktur tanah di bawah permukiman warga melemah dan memicu retakan pada bangunan.

“Yang rusak cukup parah sampai saat ini ada tujuh rumah yang terdampak ada yang retak-retak dan ada yang sampai longsor. Yang paling parah selain retak di bagian bawah, bagian dapurnya juga sudah miring,” terangnya.

Hal tersebut yang mengakibatkan pemilik rumah satu keluarga akhirnya mengungsi karena takut terjadi longsoran lagi, terlebih saat terjadi hujan.

“Retakan pada beberapa rumah sebenarnya telah muncul sejak dua hingga tiga tahun lalu dan kembali melebar dalam dua minggu terakhir setelah banjir melanda,” jelasnya.

Salah satu warga terdampak, Sujiono (50), mengungkapkan retakan di rumahnya sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. Kondisi itu semakin parah saat hujan deras mengguyur wilayahnya.

“Kalau saat hujan deras ya was-was biasanya ada getaran, dan ini retakannya lama-lama tambah lebar. Ini sampai kamar tidur terbelah, jadi saya pindah tidur di ruang tamu,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, terutama pembangunan pondasi atau penguatan tanggul untuk mencegah tanah semakin ambles.

“Kami ingin ada bantuan supaya bisa memperbaiki rumah dan tanggul ini, biar tidak semakin parah,” tambah Sujiono.

Dikonfirmasi terpisah, Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas melalui Supervisor Pusdalops BPBD Jombang, Stevy Maria, membenarkan adanya rumah warga yang terancam ambruk. BPBD disebut sudah beberapa kali turun melakukan asesmen.

“Dari hasil kajian kami ada 4–5 rumah yang kondisinya terancam. Ada yang tanggulnya menggantung, ada pula yang tembok rumahnya sudah mulai retak,” ungkap Stevy.

Ia menyebut longsoran tanggul semakin melebar terutama setelah banjir terakhir. “Kondisinya makin parah. Retakan pada tembok rumah juga semakin banyak,” imbuhnya.

BPBD Jombang tercatat sudah tiga kali melakukan asesmen dan telah bersurat kepada sejumlah instansi terkait untuk penanganan lanjutan.

“Karena sungai ituHingga kini warga berharap perbaikan tanggul segera direalisasikan, mengingat intensitas hujan masih tinggi dan risiko longsor terus meningkat.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar