Olahraga Aeromodelling, Kabupaten Jombang Miliki Klub Terbanyak Sejatim

Ilustrasi aeromodelling. (Istimewa).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Siapa sangka olahraga aeromodeling di Kabupaten Jombang ternyata diminati berbagai kalangan. Bisa dikatakan Jombang memiliki klub terbanyak seantero Jawa Timur.

Hal ini disampaikan pembina aeromodeling, Tuntun Ari Wibowo, bahwa peminat olahraga aeromodeling di Kabupaten Jombang cukup banyak.

Baca Juga

Tercatat ada sebanyak  64 klub di Jombang yang tersebar di 14 kecamatan dari 21 Kecamatan di Kabupaten Jombang. Sebagain besar klub itu berbasis sekolah.

“Di Jawa Timur Jombang paling besar dan jumlah klub paling banyak, kalau mau melangkah lebih besar lagi ya tergantung pengurusnya,” ungkapnya Sabtu (7/11/2020).

Klub yang ada terdiri dari berbagai kriteria ada yang memiliki anggota banyak dan sedikit, ada yang sudah maju dan berkembang.

Tuntun Ari Wibowo selaku mantan pengurus aeromodelling Jombang menjelaskan, secara gamblang mengenai aeromodelling, bahwa aeoro ialah benda terbang. Sedangkan modelling ialah bentuk kecil atau model mirip benda sebenarnya tetapi terbang.

Dikatakannya, disebut sebagai olahraga memiliki unsur menerbangkan dengan  berlari, dan menggunakan teknik tertentu. Olahraga aeoromodeling, otak atau fikiran dituntut mempelajari ilmu fisika, kimia, dan ilmu mekanika

Sedangkan disebut wahana rekreasi karena olahraga aeoromodeling bisa dinikmati, baik yang melakukan atau menonton.

Lebih lanjut Tuntun Ari Wibowo selaku pengurus aeromodelling provinsi tahun ke-6 menjelaskan, aeromodeling secara finansial mahal. Namun jika membuat sendiri menurutnya lebih ekonomis.

“Kelas free flight ukuran kecil 50 cm  kalau beli, bisa sekitar Rp 6 juta an. Perbandingan cukup jauh, sedang kalau merakit sendiri murah, seratus kali lipat harganya,”imbuhnya.

Adapun kelas dalam aeromodelling antara lain, kelas Free flight (F1) terbang secara bebas tanpa menggunakan mesin, pengendali, serta perangkat pembantu, namun dengan cara dilempar.

Kelas Control Line F2 menggunakan mesin dan menggunakan tali, seperti layang layang, namun dibatasi panjang talinya.

Sedangkan kelas radio control F3 menggunakan mesin dan dikendalikan dengan gelombang radio atau remote control.

Secara umum, kelas free flight (F1) dinilai paling lama terbangnya untuk dinyatakan sebagai pemenang, sedangkan kelas Control Line (F2) dinilai kecepatan nya, sedangkan kelas radio  F3 dinilai pada tingkat presisi, kecepatan, dan ketetapan.

Pembina sekaligus wasit itu, berharap anak didiknya mampu membuat, memproduksi, atau mampu memperbaiki pesawat.

“Satu orang bisa menguasai aeromodelling sekitar  24 bulan pembinaan untuk siap bertanding,”ujarnya.

Dalam perkembangannya, di  Kabupaten Jombang semua kelas aeromodelling ada peminatnya. Sejauh ini

lapangan yang digunakan untuk berlatih di Jombang, diantaranya lapangan Badang, lapangan Diwek, dan lapangan Plandaan.

“Biasanya dan paling rekomendasi untuk berlatih dan bertanding di bekas lapangan terbang Ngoro di Badang,” pungkasnya.

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait