Kurang Patuhi Protokol Kesehatan, Positif Covid-19 di Jombang Melambung

Koordinator Bidang Penanganan Pasien GTPPC Kabupaten Jombang, dr Pudji Umbaran. (Foto: Anggraini).
  • Whatsapp

MOJOAGUNG, KabarJombang.com- Angka Covid-19 di Jombang, yang melonjak memantik reaksi Koordinator Bidang Penanganan Pasien, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kabupaten Jombang, Pudji Umbaran.

Menurut Pudji Umbaran yang juga Direktur RSUD Jombang itu, lonjakan tersebut disebabkan karena protokol kesehatan di Jombang saat ini juga masih rendah. Demikian itu ketidakpatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Hal itu yang berakibat mudahnya penularan virus.

Baca Juga

“Banyak masyarakat yang juga menganggap Covid-19 itu tidak ada. Dan memang angka kematiannya tidak banyak. Namun sangat berbahaya apalagi pasien dengan komorbit tertentu,” ungkap dr Puji kepada KabarJombang.com saat ditemui di acara Bulaga Kamis (24/9/2020),

Sementara itu, daya tampung isolasi maupun perawatan pasien Covid-19 di RSUD Jombang ada dua ruangan.  Yakni ruang untuk tekanan negatif dan positif. Bahkan pada bulan Juni dan Juli mengalami overload.

“Untuk tekanan negatif RSUD Jombang memiliki 64 bad. Sementara yang non negatif terdapat 24 bad. Total dari bad yang tersedia dengan jumlah kunjungan yang dirawat tersebut tidak sebanyak yang kemarin-kemarin,” katanya.

Terkait masyarakat yang terpapar dengan status orang tanpa gejala (OTG) dan menganggap dirinya tidak adanya keluhan padahal sudah yakin terpapar, juga bisa memicu penularan. Sehingga, harus melakukan isolasi mandiri yang benar dan tepat.

“Saat ini RS Jombang yang ditunjuk sebagai RS rujukan oleh Pemprov yakni RSUD Jombang, RSI, dan RS NU. Dan untuk RSUD Ploso ditunjuk oleh Bupati sebagai RS penyangga,” jelasnya.

Pudji Umbaran menambahkan, pemerintah daerah akan melakukan gebrakan atau gebyar yang namanya operasi simpatik protokol kesehatan, setelah itu dilakukan penerapan yustisi. Gebyar tersebut dilakukan selama satu minggu serentak se-Jombang kemudian dilanjut aturan disiplin penggunaan masker dengan denda.

 

 

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait