Koleksi Lipatan Paha dan Mobil Mewah Putra Mahkota

Ilustrasi Cak Besut Koleksi Paha
  • Whatsapp

Cak, nang ndi ae sampek kangen aku,” cetus Man Gondo pagi ini di warung kopi Rusmini yang mulai menggeliat manja usai tertidur beberapa bulan karena pandemi.
Tak hanya Man Gondo dan Lek Sumo, Cak Besut sendiri sudah cukup kangen dengan para karibnya ini. Wabah itu membuyarkan tatanan yang ada.

Meski beberapa hari ini sudah buka, namun sejumlah perubahan terjadi. Sebuah ember plastik lengkap dengan kran serta sabun cuci tangan, berada tepat di depan akses masuk warung bambu ini. Tampilan Rusmini pun berubah, wajah cantiknya kini tersembunyi di balik masker. Hanya bulu mata badainya yang terlihat. Tak ada cerita menarik akan corona. Semua warga terkena imbasnya. Dari usaha kecil hingga raksasa, si miskin hingga si kaya menjadi terdampak.

Baca Juga

Cak Besut hanya tersenyum mendengar semua warga berkeluh kesah akan wabah. Dari bantuan yang dianggap tak merata, hingga otak kotor para para pialang kekuasaan memanfaatkan situasi demi memuaskan syahwatnya. Secangkir kopi yang telah tersedia, mulai diseruput. Sembari mencomot gorengan, Cak Besut mulai membuka obrolan seperti biasa.

Aku nang omah ae nuruti pemerintah. Karo ngamati tingkah polah e petinggi Kadipaten Njomplang,” jawab Cak Besut. Dinyalakan rokok putih kesukaannya. Ia hisap dalam-dalam dan menghembuskan kembali melalui hidung. Kepulan sisa pembakaran daun tembakau khas salah satu perusahaan terkaya itu, seolah jadi candu pengencer sumbatan aliran darah ke otak Cak Besut.

Aku miris ndelok Njomplang sak iki. Meneng kebacut, mbengok jare kenyih,” tambah Cak Besut. Pagebluk kali ini, lanjut Cak Besut, banyak orang menjadi korban. Ekonomi masyarakat jatuh tersungkur. Bahkan, ribuan nyawa melayang. Musibah ini menurut Cak Besut, memantik sejumlah pihak untuk bangkit bersama. Untuk Kadipaten Njomplang misalnya, ratusan pihak yang peduli silih berganti mengirimkan bantuan.

Masyarakat seakan digerojok berbagai bantuan, baik tunai maupun non tunai. “Sampean-sampean lek enek bingkisan tau ta takok iku teko sopo ? Jare uakeh teko donatur-donatur, terus nang ndi kabeh bantuan iku ? Mosok di LPJ no ben oleh susukan ? Salah ta lek rakyat e takok ? Jare kabeh kudu transparan ? Tapi gak mungkin pikiran-pikiran elek iku kebukti, wong jelas-jelas Kadipaten iki dipimpin wong ahli agomo, putrone Mbah Yai,” oceh Cak Besut.

Disaat banyak warga kesulitan makan, tak bisa bayar hutang, anak waktunya bayar sekolah, para istri banyak yang mengajukan cerai karena menganggap suami tak mampu menafkahi, hal ini tak berlaku bagi keluarga sang Adipati. Ditengah pandemi, salah satu putra mahkota malah menambah koleksi. Sebuah mobil mersi berharga ratusan juta kini sudah ada di garasi. “Bayare gak liwat transfer tapi kontan diadahi kresek, montor e werno abang mbranang,” ulas Cak Besut.

Putra Mahkota ini memang terkenal don juan. Ia selalu bergaya bak sultan. Koleksi kendaraannya lumayan istimewa. Sejak menjadi putra dari Adipati, aliran pundi-pundi emas kian terbuka lebar. Dari menjadi broker perijinan (pekerjaan yang juga dilakoni para punggawa sang wakil Adipati yang akan diceritakan di kisah berbeda) hingga menyulap berbagai kebijakan ratu Muntiah guna kepentingan pribadi. Saking terkenalnya, putra mahkota ini dijuluki Pangeran Nyaut.

Tidak hanya mahir koleksi kendaraan mewah, keluarga Muntiah juga dikenal tukang koleksi paha sexy. Menurut bisikan angin, pangeran Nyaut bahkan sempat membelikan mobil jes untuk salah satu penyanyi. “Mobile penyakit e eh penyanyi ne wes ganti Haerfi sak iki,” ungkap Cak Besut. Tidak hanya Pangeran Nyaut, kakaknya juga memiliki koleksi yang sama. Meski telah beristri, pangeran muda ini juga memiliki selir yang berasal dari Kadipaten Gitar.

Aku asline lek urusan selakangan ngunu gak sepiro ngreken, soale aku yo podo ae doyan ngunu iku,” tambah Cak Besut sambil terkekeh. Rusmini yang mendengar celometan Cak Besut, langsung merengut. Seperti biasa, Man Gondo dan Lek Sumo tak banyak cakap ketika Cak Besut bercerita. Mereka memilih menjadi pendengar setia. Mereka tahu, apa yang disampaikan Cak Besut adalah sebuah fakta yang tersembunyi dalam cerita.

Jare cak Besut :

Sepet-sepet sawone mentah
Diempet-empet, selak ra betah”
Sambel trasi sambel terong
Awake seksi, bathuke mlenong
Budal nang Malang lanjut Blitar
Wes kadung nyayang njelalah wedi kenek tatar
Pasar lawang akeh macete
Dadi wong lanang, ancen kudu akeh sukete

*Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

INSTAGRAM

Berita Terkait