Varian Baru Corona Masuk Jombang, Satgas Covid-19 Perketat Pengawasan

Ilustrasi
Ilustrasi
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Satgas covid-19 Kabupaten Jombang memperketat pengawasan terhadap warga yang kembali dari perjalanan luar kota, setelah ditemukannya dua orang terkonfirmasi positif covid-19 varian baru.

Juru bicara satgas covid-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno menghimbau satgas di tingkat desa agar melakukan tugasnya terhadap masyarakat, bekerjasama dengan pihak kesehatan setempat guna menekan penyebaran virus covid-19 varian baru.

Baca Juga

ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri PUPR
ucapan idul fitri Bappeda Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
iklan bank jombang kredit
ucapan idul fitri BPKAD jombang
ucapan idul fitri BKDPP jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
ucapan idul fitri Disdik jombang
ucapan idul fitri dishub jombang
ucapan idul fitri PKB
ucapan idul fitri kemenag jombang
ucapan idul fitri satpol pp jombang

“Satgas di Kabupaten tentunya melakukan himbauan kepada satgas yang ada di desa, untuk melakukan pengawasan dan pemantauan di lingkungan RT/RW terhadap warga yang datang maupun habis melakukan perjalan untuk menginformasikan kepada puskesmas setempat,” tuturnya pada KabarJombang.com, Kamis (10/6/2021).

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyebaran varian baru covid-19 ditemui di Bangkalan, yang disebut tingkat penularan lebih cepat dibutuhkan peran aktif satgas desa untuk memberikan pengertian kepada warganya.

“Satgas yang ada di desa diharapkan aktif melakukan sosialisasi ke warganya, selain itu untuk masyarakat yang melakukan perjalanan tentunya tidak hanya dari Bangkalan, siapapun jika sehabis melakukan perjalanan dari daerah yang banyak terjadi kasus confirm covid serta dalam kondisi kurang sehat seyogyanya segera melakukan pemeriksaan di Puskesmas atau di RSUD,” jelas Budi.

Menurutnya, Dinas Kesehatan Jombang sudah melakukan tracking terhadap kemungkinan penularan kepada orang lain.

“Dari Dinkes telah melakukan tracking pasca ditemukan kasus terkonfirmasi positif tersebut. Dinkes tentunya untuk saat ini tetap melakukan pengawasan terhadap orang yang terpapar itu dan ada rentang waktunya yang saat ini belum diprediksi kemungkinan jumlah penambahannya (penularan),” katanya.

Berita Terkait