Sudah Divaksin Bisa Positif Covid-19, Ini Kata Ketua IDI Jombang

Ketua IDI Jombang, dr Iskandar Zulqornain. (Anggraini).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com- Meski vaksin sinovac sudah datang di Indonesia khususnya Kabupaten Jombang. Namun, bagi yang sudah divaksin tidak menutup kemungkinan tubuh akan terpapar Covid-19 kembali.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jombang, dr Iskandar Zulqornain mengatakan, dari berbagai macam vaksin tidak ada yang menjamin 100 persen akan terhindar dari penyakit. Karena hal tersebut tergantung dari kekebalan tubuh dan imun dari setiap individu.

Baca Juga

“Karena seperti dilansir di media, eficacy vaksin corona (maupun vaksin penyakit lain) nggak ada yang 100 persen. Sangat bergantung pada sistem imun masing-masing pribadi,”kata dr Iskandar kepada KabarJombang.com, Kamis (4/2/2021).

Selain itu, lanjut dr Iskandar, resiko terpapar atau tertular Covid-19, akan tetap bisa terjadi pada siapapun meski sudah divaksin dan resiko sakit berkurang.

“Jadi tetap ada risiko tertular meskipun risiko sakit berkurang, dan ada risiko menularkan. Oleh sebab itu, disiplin 3M tetap harus dilakukan,” ujarnya.

Dikutip dari akun instagram @kemenkes_ri bahwa saat seseorang dinyatakan positif setelah vaksinasi, itu artinya saat divaksin seseorang tersebut sudah terpapar atau terinfeksi Covid-19 dan sedang dalam masa inkubasi.

Berikut penjelasan mengapa sudah divaksin tetap bisa positif Covid-19:

1.Vaksinasi covid membutuhkan dua kali dosis penyuntikan dan perlu waktu satu bulan untuk ciptakan imunitas

  1. Suntikan pertama dilakukan untuk memicu respons kekebalan awal dan suntikan kedua untuk menguatkan repons imun yang telah terbentuk
  2. Vaksin membutuhkan waktu 14-28 hari setelah penyuntikan kedua untuk membangun jumlah antibodi yang optimum supaya memberikan perlindungan yang maksimal
  3. Vaksin Sinovac adalah vaksin yang berisi virus mati atau inactivated jadi hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi
  4. Bila seseorang dinyatakan positif setelah vaksinasi, artinya sudah terpapar virus Covid-19, tapi tidak menunjukkan gejala
  5. Yang diharapkan setelah vaksinasi adalah tes antibodi menjadi reaktif, artinya kekebalan telah terbentuk
  6. Adanya program vaksinasi tidak menghilangkan kewajiban untuk menjalankan protokol kesehatan. Karena selain tetap harus menjaga diri juga masih dibutuhkan waktu bersama-sama bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).

 

 

 

 

 

 

 

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait