JOMBANG, KabarJombang.com- Beragam buku dengan harga terjangkau menjadi pilihan pengunjung yang mendatangi Bazar Buku Murah di halaman Perpustakaan Mastrip Jombang, Minggu (27/9/2026). Ribuan buku dari berbagai penerbit ditawarkan dengan harga mulai Rp3 ribu hingga Rp1 juta.
Bazar tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 11 Oktober 2026 di halaman Perpustakaan Mastrip. Setelah itu, kegiatan serupa akan dipindahkan ke Alun-alun Jombang dan berlangsung hingga 15 Oktober 2026 dalam rangka momentum Hari Jadi Kabupaten Jombang.
Koordinator Pameran, Ego Wiyono, mengatakan bazar tersebut menghadirkan berbagai kategori buku yang dapat dipilih masyarakat. Koleksi yang tersedia antara lain buku sejarah, politik, novel, komik, buku pelajaran hingga buku bertema bisnis.
“Kami nanti juga diundang di alun-alun dari Pemkab Jombang untuk pagelaran buku murah ini. Banyak yang dipamerkan, mulai dari buku sejarah, politik, novel, komik, buku pelajaran, hingga buku bisnis,” ujarnya, Minggu (27/9/2026).
Jumlah buku yang disediakan mencapai ribuan eksemplar. Sementara harga disesuaikan dengan jenis dan paket buku yang ditawarkan.
Ego menjelaskan, paket dengan harga Rp1 juta umumnya berisi sekitar sembilan buku. Sementara bagi pengunjung yang ingin membeli buku dengan harga lebih rendah, tersedia koleksi yang dibanderol mulai Rp3 ribu.
“Jumlahnya ribuan lebih. Harganya dari Rp3.000 sampai Rp1 juta. Kalau yang Rp1 juta itu biasanya satu paket isi sembilan buku,” jelasnya.
Menurutnya, novel dan buku sejarah termasuk kategori yang banyak diminati pengunjung. Antusiasme tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa ketertarikan masyarakat terhadap buku masih ada meski penggunaan teknologi dan telepon seluler semakin berkembang.
“Di Jombang, Alhamdulillah untuk membaca buku banyak dan sejak tadi pagi banyak yang datang. Meski di era teknologi yang maju ini, orang lebih banyak pegang handphone, tapi minat baca buku tetap ada,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pameran buku sempat vakum saat pandemi Covid-19. Setelah pandemi berlalu, kegiatan pameran buku kembali banyak digelar dan mendapat respons dari masyarakat.
“Sebelum Corona, pameran buku seperti ini jarang. Setelah Corona, ternyata banyak sekali pameran seperti ini. Mungkin dulu promonya kurang, sekarang alhamdulillah peminatnya banyak,” ucapnya.
Selain menjual buku, kegiatan tersebut disertai dengan program donasi. Sebagian keuntungan penjualan akan digunakan untuk menambah donasi buku bagi anak-anak kurang mampu serta disalurkan ke sekolah-sekolah.
Buku yang disiapkan untuk donasi terdiri atas berbagai jenis, mulai cerita rakyat, novel hingga buku pelajaran. Program tersebut ditujukan untuk membantu anak-anak memperoleh bahan bacaan sekaligus mendorong minat membaca.
“Donasi ini memang untuk anak-anak supaya gemar membaca buku. Buku yang didonasikan berbagai macam, mulai dari cerita rakyat, novel, hingga buku pelajaran,” pungkasnya.









