Hendak ke Satradar 222 Kabuh Jombang, Penggembira PSHT Luar Kota Dihalau Polisi

Polisi saat menghalau dan meminta pemotor yang merupakan penggembira PSHT di traffik light Sentul, Kecamatan Tembelang, Jombang, untuk balik arah.
  • Whatsapp

PLOSO, KabarJombang.com – Ratusan warga PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) yang hendak menghadiri pengesahan dan tasyakuran warga baru di Dusun Gesing, Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, dihalau petugas kepolisian saat hendak melintas di sejumlah titik menuju arah lokasi pengesahan.

Pantauan di traffic light Sentul, Kecamatan Tembelang dan Jembatan Ploso, Jumat (28/8/2020) tengah malam sekitar pukul 23.30 WIB, jalan menuju Kabuh ditutup oleh pihak kepolisian.

Baca Juga

Sejumlah pemotor beratribut PSHT yang hendak melintas, diberhentikan polisi dan diminta kembali ke daerah masing-masing. Saking rapatnya barikade polisi, mereka pun terpaksa balik arah.

Salah satu anggota Polisi yang berjaga di lokasi, Aipda Guruh mengatakan, ratusan pemotor beratribut PSHT tersebut merupakan penggembira. Mereka hendak menghadiri pengesahan dan tasyarakuran warga baru PSHT.

“Ada sekitar 650 yang disahkan di wilayah Jombang. Di Jombang ini ada dua kelompok. Kelompok 2016 pengesahannya di Ngoro, dan kelompok 2017 pengesahannya di kawasan Satradar 222 Kabuh,” kata Guruh, di lokasi penyekatan.

Dikatakannya, penggembira PSHT yang hendak ke Kabuh, Jombang, dari sejumlah daerah tetangga, yakni Kediri, Nganjuk, dan Bojonegoro.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, lanjut Guruh, polisi melakukan penyekatan jalan di sejumlah titik di Kota Santri. Di antaranya, SPBU Tambakrejo, traffic light Sentul, dan Jembatan Ploso, dan di utara perbatasan Kabuh sendiri.

“Penyekatan jalan untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan, dan agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.

Sementara di lokasi lain, yakni di Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Jombang, juga terpantau kepadatan pemotor. Sama halnya di titik sebelumya, mereka juga diminta polisi untuk balik arah atau kembali ke daerahnya masing-masing.

“Di Desa Bawangan juga terpantau ramai,” pungkas Guruh.

INSTAGRAM

Berita Terkait