Sempat Bangkit, Miniatur Relif Gentong Seniman di Jombang Hampir Gulung Tikar

Kerajinan miniatur relif gentong buatan Kariono di Desa Ngusikan, Kabupaten Jombang. KabarJombang.com/M Faiz H/
Kerajinan miniatur relif gentong buatan Kariono di Desa Ngusikan, Kabupaten Jombang. KabarJombang.com/M Faiz H/
  • Whatsapp

NGUSIKAN, KabarJombang.com – Hantaman pandemi covid-19 membuat sektor hiburan terhenti, dirasakan Kariono. Pria yang berprofesi sebagai MC atau pranatacara ini lantas banting setir menjadi pengrajin miniatur relif gentong.

Puluhan gentong berada di teras rumah Kariono yang berada di Desa Ngusikan, Kabupaten Jombang.

Baca Juga

Kerajinan miniatur relif gentong merupakan pekerjaan sampingan setelah usahanya di bidang seniman nyaris dirasa gulung tikar. Semenjak hantaman pandemi covid-19 Kariono nyaris tidak bekerja sama sekali. Lantaran sektor hiburan terhenti.

“Waktu itu saya sebagai seniman, master of seremoni gitu. Akan tetapi karena pandemi waktu itu banyak aturan, membuat acara seniman atau pertunjukan musik itu semakin jarang. Sehingga membuat saya setiap harinya itu hanya rebahan, lalu sempat berinsiatif untuk membuat kerajinan relif gentong itu dan Alhamdulillah bangkit dalam beberapa bulan,” ujarnya kepada KabarJombang.com, Rabu (8/9/2021).

Setelah dirasa pesanan dari usahanya telah menyebar luas ke luar Jawa, dirinya mengaku bisa mempertahankan kebutuhan keluarganya dari gentong bekas yang disulap jadi hiasan yang biasanya ditaruh di ruangan tamu.

Namun setelah beberapa bulan kemudian, tepatnya semenjak bulan Mei 2021 kemarin. Dirinya merasa bahwa pesanannya mengalami penurunan, tidak disangka sampai pada bulan Agustus 2021 dalam satu bulan hanya terdapat 2 pesanan.

“Sementara awal-awal itu banyak pesanan, dalam satu bulan itu dari 5 pesanan sampi 10 gitu. Akan tetapi dari bulan Mei kemarin menurun, hingga di bulan Agustus ini hanya menerima 2 pesanan saja. Tidak tahu penyebabnya seperti apa, padahal keunikan dalam kerajinan gentong itu terus saya perkembangkan, mulai dari lukisannya dan lain-lain,” tutur Kariono.

Karena di bulan September ini masih belum ada pesanan dan dirasa hampir gulung tikar, dirinya kembali berusaha kecil-kecilan dari hasil ngebolang di alas ataupun hutan. Tujuannya ke hutan itu, dirinya mengaku bahwa mencari tumbuhan yang unik ataupun menarik yang bisa dirawat dan dijual.

“Ya kalau saya rasa sendiri sudah hampir bangkrut usaha kerajinan ini, memang awal-awalnya itu saya mengaku bahwa dikenal luas dan banyak pesanan tersebut setelah masuk berita di beberapa media. Tapi sekarang sudah tidak lagi, sampai untuk tetap bertahan memenuhi keluarga itu saya harus bolang ke hutan cari tumbuhan yang bisa dijual. Tapi memang ngebolang itu sudah menjadi hobi saya,” katanya.

Sementara itu dirinya berharap, meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus diperpanjang, bisa diberikan keringanan untuk gelar resepsian ataupun pertunjukan musik. Agar usahanya yang sebagai MC atau seniman bisa kembali normal.

“Yang saya harap tetap menyoal usaha saya yang pertama menjadi MC atau seniman. Jadi meskipun PPKM itu tidak henti-henti sampai kapan, pertunjukan musik bisa diperbolehkan. Karena jujur sendiri seniman di Jombang ini tidak dapat bantuan PPKM sampai saat ini,” tuturnya saat ditemui.

“Padahal usahanya saya hampir bangkrut, sampai cari tumbuhan ke alas buat di rawat dan dijual. Kemarin-kemarinnya itu saya sudah berusa untuk mendapatkan bantuan tunai dari PPKM itu, tapi tidak berhasil. Mungkin yang saya harap aturan pertunjukan itu bisa diringankan saja, karena sampai saya bingung mau usaha apa lagi,” lanjutnya sembari memungkasi.

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait