Bupati Sebut 32 Desa di Kabupaten Jombang Rawan Banjir

Bupati Jombang, Dandim 0814 Jombang, Kapolres Jombang, serta Dansatradar 222 Kabuh, Jombang saat melakukan pengecekan pasukan dan perlengkapan penanggulangan bencana alam di Lapangan Pemkab Jombang.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Sebanyak 32 desa di Kabupaten Jombang berpotensi rawan terjadi bencana alam. Puluhan desa ini tersebar di hampir semua sudut wilayah Jombang. Sedangkan bencana tersebut, mayoritas banjir.

Hal ini disampaikan Bupati Jombang Mundjidah Wahab saat Apel Gelar Kesiapan Pasukan dan Perlengkapan Dalam Rangka Penanggulangan Bencana Alam Hydrometerologi di Wilayah Kodim 0814 Jombang di Lapangan Pemkab Jombang, Kamis (09/01/2020).

Baca Juga

“Banjir yang banyak, dan ada beberapa desa yang istilahnya adalah langganan banjir,” terang Bupati.

Untuk mengantisipasi bencana bawaan musim hujan ini, Bupati Mundjidah juga memastikan kesiapan sejumlah instrumen penanggulangan bencana.

Di antaranya, pasukan gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Jombang maupun sejumlah perlengkapan akan digunakan untuk penanganan dan penanggulangan bencana alam ini.

“Hari ini kita melihat baik itu peralatan maupun pasukan, semua sudah siap,” ujar Bupati Mundjidah Wahab.

Di sisi anggaran, tahun ini Pemkab Jombang telah mempersiapkan Rp 3 milyar untuk kegiatan penanggulangan bencana. Semisal, bantuan untuk korban bencana alam maupun perbaikan serta kegiatan petugas di lapangan jika terjadi suatu bencana.

Namum demikian, kata Bupati, anggaran ini masih akan direvisi oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim).

Dandim 0814 Jombang, Letkol Inf Triyono menambahkan, pihaknya sudah menempatkan pasukan untuk penanggulangan bencana alam di sejumlah titik di Kabupaten Jombang.

Menurutnya, pasukan-pasukan tersebut sudah di siagakan di masing-masing sektor sejak satu minggu lalu.

Sedangkan apel gelar pasukan dan perlengkapan kali ini, lanjut Dandim, dilakukan guna mensinkronkan unsur-unsur TNI, Polri, dan seluruh dinas terkait dari jajaran Pemkab Jombang yang bisa digunakan untuk memaksimalkan tugas kemanusiaan tersebut.

“Titik yang pertama kita stand by kan dua SST, kurang lebih 50 orang itu masuk Sektor Ploso. Kemudian tiga SST, kekuatan kurang lebih 75 orang, meng-cover sektor Peterongan dan Mojoagung. Satu SST meng-cover Sektor Wonosalam, antisipasi bencana longsor,” rinci Dandim.

 

INSTAGRAM

[iscwp-slider username="kabarjombangdotcom" dots="false" limit="5" popup="true" popup_gallery="false" show_likes_count="false" instagram_link_text="Ikuti Instagram"]

Berita Terkait