Bisnis Bibit Tanaman di Ngoro Ini Kebal dari Covid-19

Lokasi persemaian bibit tanaman milik Jumainah Ngoro Jombang.
  • Whatsapp

NGORO, KabarJombang.com – Meskipun pandemi Covid-19 menghantam hampir seluruh sendi kehidupan, terutama sektor ekonomi, namun tidak bagi demikian bagi Jumainah (60).

Pelaku usaha persemaian dan penjualan bibit tanaman di Dusun Wedani, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini mengaku usahanya tetap stabil meski pandemi melanda.

Baca Juga

“Awal muncul corona memang sempat sepi. Tapi itu sebentar saja. Karena saat menjelang Idul Fitri ramai lagi, dan berlangsung hingga sekarang. Sekarang bibit yang ada di sini sudah dipesan semua,” ucapnya kepada KabarJombang.com, Senin (20/7/2020).

Jumainan mengaku tidak ada strategi atau kiat khusus untuk tetap bertahan di masa pandemi corona seperti sekarang. Ibu dari empat anak ini sudah merintis usaha ini sejak 1991.

“Justru saat pandemi ini malah lebih banyak yang beli bibit tanaman. Karena orang-orang lebibh banyak di rumah semua. Jadi mereka coba pelihara tanaman,” tuturnya.

Bibit tanaman miliknya ini didominasi sayur-sayuran. Disemai dalam polibag plastik ukuran 8×9 sentimeter dan tersusun rapi setiap jengkalnya.

“Bibit saya letakkan di halaman depan, samping atau belakang rumah masing-masing,” katanya.

Usaha persemaian dan penjualan bibit beragam jenis tanaman dijalankan oleh lima orang, termasuk dirinya. Sehari-hari, Jumainah dibantu tiga orang pekerja untuk merawat dan bekerja di tempat usahanya.

“Dulu hanya lima orang, termasuk saya dan bapaknya. Kemudian warga sekitar mulai mengikuti usaha serupa. Sekarang sudah banyak dan mayoritas melakukan pembibitan,” jelasnya.

Benih yang disemai di tanah seluas 117 hektare ini bervariasi, mulai dari cabai rawit dan cabai merah, tomat, terong, serta brokoli dan pepaya.

Untuk harga juga beragam, dari paling murah berkisar Rp 100-150 ribu, yakni cabai rawit hingga yang cukup mahal Rp 250-300 ribu, berupa tomat. Itu pun tergantung jenisnya.

“Pembeli yang datang biasanya dari luar daerah. Sedangkan bibit biasanya diambil dari luar daerah karena lebih bagus, biasanya di Pare,” katanya.

Bersama suami, awalnya Jumainah menyemai dan menjual bibit pepaya dan cabai rawit. Kedua jenis tanaman itu banyak dijual ke luar kota.

Meskipun sedang dilanda Covid-19, dirinya tetap konsisten menekuni usaha pembibitan tanaman karena hasilnya terbilang stabil dan bisa menopang perekonomian keluarga.

“Biasanya kalau sepi saat musim kemarau. Untuk jumlah penghasilan tidak menghitung. Tapi lumayan membantu ekonomi keluarga,” pungkasnya.

Dusun Wedani, Desa Badang sendiri dikenal sebagai daerah penyemai dan penanam variasi bibit tanaman di Jombang. Dalam satu Dusun, rata-rata setiap halaman rumah warga terdapat tanaman bibit yang dijual.

INSTAGRAM

Berita Terkait