Angka Kematian Sebab Covid-19 Masih Tinggi, Sekolah Tatap Muka di Jombang Tertunda?

Wakil Bupati Jombang, Sumrambah.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Rencana sekolah tatap muka dimulai pada awal Januari 2020, tampaknya berpontensi ditunda di Kabupaten Jombang. Ini menyusul masih tingginya angka penyebaran kasus Covid-19 di Kota Santri.

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, hingga Kamis 17 Desember 2020 pukul 13.00 WIB, jumlah kasus kumulatif Covid-19 tercatat 1.862 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 102 orang masih dirawat dan 209 orang meninggal dunia atau 11,2 Persen.

Baca Juga

Wakil Bupati (Wabup) Jombang, Sumrambah mengaku, masih akan kembali mengevaluasi rencana tersebut. Salah satu pertimbangannya, kata Wabup Sumrambah, masih tinggi jumlah korban meninggal dunia karena virus Corona, beberapa waktu terakhir.

“Masih akan kita putuskan, kita rapatkan, kita evaluasi apakah nanti akan dibuka atau tidak di bulan Januari 2021, mengingat tensi dan angka kematian (Covid-19) kita masih tinggi,” ujar Sumrambah.

Sekolah tatap muka itu sendiri tertuang dalam surat yang dtanda tangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri. Di mana disebutkan sekolah tatap muka boleh dilakukan per Januari 2021.

Meski dalam pelaksanaannya, daerah akan diberi kewenangan untuk menentukan sekolah yang diizinkan belajar tatap muka ini.

Sementara, sejak delapan bulan lalu, hampir semua sekolah di dalam negeri, termasuk di Jombang harus menggelar sekolah dengan metode daring atau online. Hal ini akibat penyebaran virus Corona, sehingga belajar dari rumah dengan memanfaatkan tehnologi internet ini bisa menjadi upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

INSTAGRAM

Berita Terkait