Aktivis Lingkungan Jombang Sulap Sampah Jadi Ekobrick Bernilai

Kondisi Sanggar Hijau Indonesia, Kaliwungu, Kecamata/ Kabupaten Jombang.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Resah terhadap sampah plastik yang hampir tersebar di segala tempat, para pecinta lingkungan di Kabupaten Jombang tergerak mengubah barang dari tidak bernilai menjadi bernilai.

Sampah plastik yang enggan dilirik setiap mata warga ini, oleh aktivis lingkungan ini diubah menjadi Ecobrick atau Eko-batu. Mereka tergabung di Sanggar Hijau Indonesia, Kaliwungu, Jombang, yang didirikan tahun 2015 silam.

Baca Juga

Ecobrick adalah botol plastik yang diisi dengan limbah non-biological sampai padat. Untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali. Eko-batu bata ini adalah teknologi berbasis kolaborasi yang menyediakan solusi limbah padat tanpa biaya, untuk individu, rumah tangga, sekolah, dan masyarakat.

Ecobrick juga biasanya digunakan berbagai barang, termasuk furnitur, dinding taman, dan struktur lainnya.

Bendahara Sanggar Hijau Indonesia, Lutfi (28) mengatakan, untuk membuat Ecobrick tidak bisa asal-asalan jadi. Karena dibutuhkan teknik dan standar khusus agar Ecobrick tersebut bisa benar-benar layak dan bernilai.

“Di Indonesia, hasil Ecobrick paling riil dan paling mudah diadopsi dengan dibentuk menjadi meja dan kursi,” ujar Lutfi saat ditemui di Sanggar Hijau Indonesia, Jumat (4/9/2020).

Selain itu, lanjut Lutfi, di level Jawa Timur, pegiat awal masih banyak berada di Jombang. Rata-rata, kata dia, ada di Sekolah, Pondok, TPQ, dan aktivis lingkungan.

“Dulu Ecobrick juga sempat dijadikan atau diminta salah satu teman sebagai dekorasi pernikahan dengan resepsi yang kami konsep ramah lingkungan (zero waste),” ungkap laki-laki yang juga Sekretaris Bank Sampah Induk di DLH Jombang.

Lutfi mengatakan, manusia hidup pasti tidak akan jauh dan pasti menghasilkan sampah. Khususnya produk plastik seperti kemasan, sedotan, saset, yang sekali pakai. Sementara itu, plastik-plastik tersebut sebenarnya bisa didaur ulang.

Dikatakan Lutfi, yang menjadi kendala adalah mencari orang yang memang benar-benar riil jiwa sosialnya, karena kesadaran akan lingkungan memang harus memiliki jiwa sosial dan kesadaran diri tinggi.

“Bertahannya Ecobrick tergantung dari sifat plastik itu sendiri dan teknik pembuatan Ecobrick, kalau ada plastik terbaru dan ramah lingkung paling cepat dua tahun. Namun, sejauh ini rata-rata plastik berumur hingga ratusan tahun,” tandasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait