Tanggapi Keluhan Warga di Medsos, PKB Jombang Kirim Air Bersih ke Kebondalem

Kader PKB Jombang saat salurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan di Dusun Nngares, Kebondalem, Bareng, Jombang. (Istimewa)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – DPC PKB Kabupaten Jombang menyalurkan 15 ribu liter air bersih kepada warga Dusun Ngares, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, pada Kamis (22/10/2026). Bantuan tersebut diberikan menyusul keluhan warga terkait krisis air bersih akibat kemarau panjang dan kerusakan pompa sumur yang sebelumnya ramai disorot di media sosial.

Sekretaris DPC PKB Jombang, M. Arif Lutfiyanto Afandi, mengatakan bantuan air bersih tersebut disalurkan melalui Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB Kecamatan Bareng. Sebanyak dua truk tangki dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.

Baca Juga

Menurut Lutfi, sapaan akrabnya langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas komentar warganet pada 20 Oktober 2026 yang menandai akun DPC PKB Jombang dalam menyampaikan keluhan mengenai sulitnya mendapatkan air bersih di Dusun Ngares.

Menanggapi aspirasi tersebut, pihaknya kemudian berkoordinasi dan bergerak menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

“Langkah ini menjadi wujud kepedulian sekaligus komitmen kami untuk mendengar aspirasi masyarakat dan menindaklanjutinya melalui aksi nyata,” ujar Lutfi saat dikonfirmasi pada Jumat (23/10/2026).

Ia menegaskan, penyaluran bantuan tidak hanya dilakukan untuk merespons keluhan warga, tetapi juga sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan air bersih selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

DPC PKB Jombang, lanjut Lutfi, akan berupaya mengirimkan bantuan tambahan apabila masyarakat masih membutuhkan pasokan air bersih.

“Kita akan tetap mengirim kebutuhan air bersih ketika di sana masih membutuhkan. Jadi, sesuai kebutuhan di sana, kita akan bantu untuk melengkapi,” katanya.

Sebelumnya, sekitar 200 kepala keluarga di Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut dipicu kemarau panjang yang menyebabkan sumber air mengering, ditambah kerusakan pompa yang selama ini digunakan untuk mengalirkan air dari sumber menuju permukiman warga.

Akibatnya, warga terpaksa mengandalkan bantuan air bersih dari BPBD yang datang setiap dua hari sekali. Sebagian warga juga harus membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci pakaian, hingga mandi.

Dengan adanya bantuan 15 ribu liter air bersih tersebut, diharapkan kebutuhan air warga dapat terbantu. Namun, pemenuhan kebutuhan air secara berkelanjutan masih diperlukan selama sumber air belum kembali berfungsi normal dan perbaikan pompa belum menuntaskan persoalan distribusi air ke permukiman.

Berita Terkait