Pompa Pamsimas Rusak Sepekan, Warga Kebondalem Bareng Antre Air Bersih

Momen Warga Antri Air Bersih
Momen Warga Antri Air Bersih
  • Whatsapp

BARENG, KabarJombang.com – Kerusakan pompa Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Dusun Ngares, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih selama sepekan. Hingga Sabtu (17/10), pompa belum diperbaiki sehingga warga terpaksa mengantre bantuan air bersih dari BPBD, bahkan mengambil air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Penyebab kekurangan air di sini itu karena pompa air sumber di Pamsimas ini rusak dan tidak segera dibetulkan,” ujar Dayat, warga Dusun Ngares RT 3, Sabtu (17/10/2026).

Baca Juga

Berdasarkan pantauan di lokasi, empat toren bantuan BPBD Jawa Timur disediakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak. Setiap keluarga mendapat jatah sekitar tiga hingga empat jeriken. Distribusi dilakukan setiap dua hari sekali sehingga warga harus menghemat persediaan air untuk kebutuhan rumah tangga.

Dayat mengatakan, sebelum pompa rusak, warga masih bisa memenuhi kebutuhan air meskipun debit sejumlah sumur mulai menurun. Namun, kondisi berubah setelah pompa Pamsimas berhenti beroperasi, terlebih sebagian warga telah mengandalkan fasilitas tersebut sebagai sumber air utama.

“Kalau rusak, warga di sini kebingungan mencari air. Bahkan saya sampai mengambil air dari sungai untuk memenuhi kebutuhan. Peristiwa ini sudah berlangsung satu minggu,” ungkapnya.

Menurut Dayat, warga telah menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa, tetapi belum memperoleh kepastian mengenai perbaikan pompa. Sementara itu, bantuan toren air menjadi solusi sementara untuk mengatasi kesulitan air bersih yang dialami masyarakat.

Keluhan serupa disampaikan Jamiah, warga setempat. Ia mengatakan distribusi bantuan air bersih mulai dilakukan pada Kamis (15/10/2026). Meski membantu kebutuhan warga, jumlah air yang diterima masih terbatas sehingga penggunaannya harus diatur dengan cermat.

“Ya, kondisi ini memang menyulitkan warga. Saya harus antre mengambil air di toren. Masing-masing keluarga dijatah tiga sampai empat jeriken,” kata Jamiah.

Kepala Desa Kebondalem, Faisol Zakariya, mengatakan pemerintah desa telah mengirimkan surat kepada pihak terkait pada 14 Oktober 2026 untuk meminta perbaikan fasilitas Pamsimas. Ia berharap pompa segera kembali berfungsi agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara normal.

“Surat dari desa sudah dilayangkan ke pihak terkait. Pemdes berharap agar segera diperbaiki kembali sehingga dapat berfungsi normal dan warga tidak kekurangan air bersih,” ujarnya.

Faisol menjelaskan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang sebelumnya pernah melakukan perbaikan fasilitas tersebut. Namun, pengelolaan oleh kelompok masyarakat (Pokmas) menghadapi kendala keterbatasan biaya operasional dan perawatan. Selain itu, daya listrik di lokasi disebut hanya maksimal 190 VA sehingga berdampak pada peralatan kelistrikan pompa.

Terkait penanganan keluhan warga, Faisol membantah tidak ada komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat. Ia menyebut pembahasan telah dilakukan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah desa. Meski demikian, hingga Sabtu (17/10/2026), belum ada perbaikan lanjutan dari dinas terkait dan belum dapat dipastikan kapan pompa kembali beroperasi.

“Sudah ada rembugan yang langsung ditindaklanjuti oleh pemdes. Namun, belum ada perbaikan lagi dari dinas terkait,” pungkasnya.

Berita Terkait