DIWEK, KabarJombang.com – Setelah 13 hari dinyatakan hilang dalam tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Surono (37), warga Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, akhirnya ditemukan. Keluarga kini mengurus pemulangan jenazah, sementara hak santunan lain dari perusahaan tempat Surono bekerja maupun pihak kapal masih belum jelas.
Surono diketahui bekerja sebagai kernet truk pengangkut sayuran. Hingga Selasa (29/9/2026), keluarga mengaku belum mendapatkan informasi mengenai santunan atau jaminan dari perusahaan kapal maupun perusahaan truk tempat Surono bekerja.
Adik ipar Surono, Ari Supriyatin, mengatakan pihak keluarga masih menunggu kejelasan mengenai hak tersebut.
“Belum ada kabar juga. Belum ada kabar,” kata Ari saat ditemui di rumah duka.
Sementara itu, keluarga telah mendapat informasi mengenai santunan biaya pemakaman dari Jasa Raharja. Petugas Jasa Raharja disebut telah datang ke rumah keluarga untuk mengonfirmasi bantuan tersebut.
Menurut Ari, santunan biaya pemakaman yang akan diterima keluarga nilainya sekitar Rp4 juta. Bantuan tersebut, kata dia, akan diberikan setelah proses pemakaman Surono selesai.
“Tadi dari orang Jasa Raharja juga datang mengonfirmasi dapat santunan biaya pemakaman,” ujarnya.
“Setelah pemakaman. Setelah proses pemakaman,” imbuh Ari.
Namun, Ari mengaku belum mengetahui secara rinci dasar pemberian santunan tersebut. Berdasarkan informasi yang disampaikan kepada keluarga, Surono disebut tidak memiliki orang tua maupun istri.
“Enggak tahu. Untuk sesuai apa, tadi bilangnya karena kedua orang tua enggak ada, istri enggak ada,” jelasnya.
Saat ditanya apakah kondisi tersebut berkaitan dengan tidak adanya ahli waris langsung, Ari membenarkan informasi yang diterimanya.
“Heeh. Bilangnya gitulah,” ujarnya.
Untuk jaminan kesehatan, keluarga menyebut Surono tidak memiliki BPJS. Namun, Surono diketahui memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Sementara itu, terkait kemungkinan adanya santunan atau hak lainnya dari perusahaan tempat Surono bekerja maupun pihak kapal, hingga kini keluarga masih belum mendapatkan informasi lebih lanjut.
Keluarga saat ini memilih memprioritaskan proses pemulangan dan pemakaman Surono setelah jenazah ditemukan pada hari ke-13 pencarian. Kabar penemuan tersebut diterima keluarga pada Minggu (27/9/2026) malam, sekitar selepas magrib.
Kepastian identitas Surono semakin menguat setelah keluarga melihat foto korban yang dikirimkan melalui grup WhatsApp Basarnas. Keluarga mengenali sejumlah ciri fisik pada jenazah, termasuk tato berbentuk belati atau pisau di tangan kanan.
Selain ciri fisik, keluarga juga mengenali kondisi gigi serta barang pribadi yang masih melekat pada tubuh korban.
“Terus ternyata kakak saya itu bawa dompet. Masih melekat. Sama tiket perjalanan itu, sama karcis itu,” ungkap Ari.
Kini, rumah duka di Dusun Kedaton mulai dipadati pelayat. Perangkat desa dan petugas Jatim Social Care (JSC) Dinas Sosial Jawa Timur juga berada di lokasi untuk mendampingi keluarga menyambut kedatangan jenazah.
Setelah 13 hari menanti dalam ketidakpastian, keluarga akhirnya dapat memberikan penghormatan terakhir kepada Surono. Meski demikian, persoalan mengenai hak santunan lainnya masih menunggu kejelasan dari pihak-pihak terkait.
Ari menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian hingga Surono akhirnya ditemukan.
“Yang penting kita bisa memberi penghormatan terakhir kepada kakak saya, dan semoga kakak saya juga mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan,” pungkasnya.









