TEMBELANG, KabarJombang.com – Kecelakaan maut yang melibatkan Toyota Hiace dan truk bermuatan gipsun di Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) KM 687+200, Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, menyisakan cerita mengerikan bagi para korban selamat.
Salah satu korban, Lidia Yustika (28), mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana kecelakaan tersebut bermula. Saat kejadian, ia sedang tertidur di dalam Toyota Hiace yang melaju dari Surabaya menuju Solo.
Lidia baru tersadar setelah mendengar suara benturan keras. Sesaat kemudian, tubuhnya terlempar keluar dari kendaraan.
“Saya kurang terlalu ingat, karena waktu itu posisi saya sedang tidur. Tapi tiba-tiba saya sadar ada bunyi ‘brek’, terus saya terlempar keluar,” ujar Lidia saat ditemui setelah mendapat penanganan medis di IGD RSUD Jombang, Sabtu (12/9/2026).
Dalam kondisi panik, Lidia melihat asap keluar dari dalam kendaraan. Khawatir terjadi sesuatu yang lebih fatal, ia berusaha segera menyelamatkan diri dari kendaraan yang mengalami kerusakan parah.
“Karena saya panik, saya lihat ada asap di mobil. Saya takut itu meledak atau bagaimana. Jadi saya langsung mengeluarkan badan sama mengeluarkan kaki,” tuturnya.
Setelah berhasil keluar, Lidia baru menyadari bagian kiri kendaraan mengalami kerusakan parah.
“Saya cuma ngeh, posisi sebelah kiri itu mobil ringsek semua,” katanya.
Lidia mengatakan dirinya berada di barisan kedua, tepat di bagian tengah belakang pengemudi. Ia memperkirakan terdapat sekitar 10 orang di dalam kendaraan travel tersebut.
Menurutnya, sebagian korban yang berada di sisi kiri kendaraan menjadi pihak yang paling terdampak benturan.
“Yang saya tahu, korban yang parah semua di sebelah kiri, dari bagian depan kiri sampai kiri belakang,” ujarnya.
Lidia mengaku tidak mengetahui apakah kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi sebelum kecelakaan. Sebab, sepanjang perjalanan dirinya dalam kondisi tertidur.
“Mungkin karena saya tidur, jadi saya tidak terlalu ngeh. Saya ngehnya tiba-tiba ‘brek’, terus habis itu langsung terlempar keluar,” katanya.
Perjalanan tersebut merupakan perjalanan travel dari Surabaya menuju Solo. Lidia hendak pulang ke Solo karena memiliki keperluan di kota tersebut.
Sementara itu Seputro Edi, Kepala Seksi Keperawatan RSUD Jombang mengatakan, kondisi para korban yang dibawa ke RSUD Jombang total terdapat 11 korban dalam kecelakaan tersebut. Sebanyak tujuh korban dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jombang untuk mendapatkan penanganan medis.
“Yang dibawa ke IGD ada tujuh. Dua dirawat, satu dengan cedera otak dan satu dengan patah tulang kaki. Kemudian yang lima rawat jalan dan sudah diantar oleh travel ke alamat masing-masing,” jelas Seputro Edi.
Dua korban yang membutuhkan perawatan lebih lanjut masih mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Korban dengan cedera kepala telah menjalani pemeriksaan, termasuk pemindaian (scan), dan berdasarkan diagnosis dokter mengalami cedera otak. Korban tersebut kini menjalani perawatan di ruang High Care Unit (HCU).
“Untuk korban cedera kepala, saat ini sudah dirawat inap di ruang HCU. Sudah dilakukan semua pemeriksaan termasuk scan dan lain-lain, dan didiagnosa dari dokter memang cedera otak,” ungkapnya.
Sementara satu korban lainnya mengalami patah tulang kaki. Korban masih menjalani penanganan di IGD dan telah menjalani pemeriksaan penunjang berupa foto rontgen.
“Untuk yang patah tulang, ini juga masih di IGD masuk proses penanganan, sudah dilakukan foto dan lain-lain. Insyaallah nanti tindakannya operasi,” imbuh Seputro.
Adapun empat korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut telah berada di ruang forensik RSUD Jombang.
Kecelakaan terjadi pada Jumat (11/9/2026) malam, sekitar pukul 23.30 WIB. Toyota Hiace bernopol L-7178-AH yang melaju dari arah Surabaya menuju Surakarta diduga oleng karena pengemudi mengantuk, sebelum kemudian menabrak bagian belakang truk bermuatan gipsun yang berada di depannya.
Peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat bagi pengguna jalan tol agar tidak memaksakan diri berkendara ketika mengantuk. Pengemudi yang mulai kehilangan konsentrasi dianjurkan segera berhenti dan beristirahat di rest area untuk mencegah kecelakaan fatal.









