JOMBANG, KabarJombang.com-Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto resmi diserahkan kepada para tukang becak di Kabupaten Jombang.
Kendaraan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu sarana transportasi untuk menunjang mobilitas peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Penyerahan bantuan berlangsung di Pendopo Pemerintah Kabupaten Jombang, Senin (24/8/2026).
Bupati Jombang, Warsubi menyebut bantuan tersebut tidak hanya meringankan pekerjaan para tukang becak, tetapi juga mendukung kelancaran pelayanan transportasi selama agenda Muktamar NU.
“Hari ini kita menyerahkan bantuan becak listrik dari Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada tukang becak sebanyak 200 unit. Bantuan ini untuk mendukung pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang,” ujar Warsubi.
Warsubi juga menjajal langsung salah satu becak listrik yang diserahkan. Ia menilai kendaraan tersebut nyaman digunakan dan memiliki kecepatan yang cukup tinggi dibandingkan becak konvensional.
“Saya tadi juga mencoba becaknya. Enak dan sangat kencang sekali. Karena itu, kalau menggunakan becak listrik harus tetap berhati-hati,” katanya.
Ia mengingatkan para penerima bantuan agar menjaga dan merawat kendaraan tersebut dengan baik. Becak listrik yang telah diberikan juga tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan ataupun dijadikan jaminan utang.
Menurut Warsubi, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap para tukang becak agar pekerjaan mereka menjadi lebih ringan.
“Bantuan ini tidak boleh dijual atau digadaikan. Harus dirawat dengan baik. Ini merupakan pemberian Bapak Presiden untuk mengurangi beban tukang becak supaya tidak terlalu capek dalam mengayuh,” tegasnya.
Selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, para tukang becak penerima bantuan akan ditugaskan memberikan layanan antar-jemput bagi peserta muktamar tanpa memungut biaya.
Sebagai bentuk kompensasi atas pelayanan tersebut, panitia telah menyiapkan uang sebesar Rp150 ribu untuk setiap tukang becak per hari. Tugas tersebut berlangsung selama empat hari sehingga masing-masing pengemudi berhak memperoleh kompensasi total Rp600 ribu.
Warsubi menegaskan, peserta muktamar tidak boleh dikenai tarif ketika menggunakan layanan becak listrik tersebut.
“Para tukang becak ini tugasnya mengantar peserta muktamar secara gratis. Panitia memberikan upah Rp150 ribu per hari selama empat hari, sehingga totalnya Rp600 ribu,” jelasnya.
Kendati demikian, menurut Warsubi, apabila ada peserta yang memberikan uang secara sukarela kepada pengemudi, pemberian tersebut diperbolehkan untuk diterima.
“Peserta muktamar yang naik becak tidak boleh dipungut. Tetapi kalau peserta memberikan secara sukarela, ya tidak apa-apa diterima,” imbuhnya.
Tambahan 200 unit becak listrik yang diserahkan pada tahap ketiga membuat jumlah bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto untuk Kabupaten Jombang kini mencapai 360 unit.
Sebelumnya, Jombang telah menerima 60 unit pada tahap pertama dan 100 unit pada tahap kedua. Dengan penambahan terbaru sebanyak 200 unit, total bantuan yang diterima mencapai 360 kendaraan.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq atau Gus Rozaq, menyambut baik bantuan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto karena becak listrik dinilai dapat membantu panitia memberikan pelayanan transportasi kepada para muktamirin.
“Alhamdulillah, kami sangat bergembira dan berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan bantuan becak listrik kepada tukang becak Jombang,” tutur Gus Rozaq.
Panitia lokal, lanjut dia, telah menyiapkan sekitar 200 tukang becak untuk mengoperasikan kendaraan tersebut selama Muktamar NU berlangsung.
Para pengemudi terlebih dahulu akan menjalani proses registrasi sebelum ditempatkan di lokasi yang telah ditentukan.
“Yang 200 itu sudah siap, insyaallah. Setelah kita registrasi akan kita plotting di beberapa pos. Fungsinya untuk mengantarkan peserta menuju lokasi muktamar,” katanya.
Untuk memudahkan peserta mendapatkan layanan transportasi, panitia akan menempatkan para tukang becak di empat titik pos yang telah disiapkan. Dari sejumlah pos tersebut, pengemudi akan melayani kebutuhan perjalanan peserta menuju kawasan pelaksanaan muktamar.
Gus Rozaq memastikan kebutuhan kompensasi bagi para pengemudi juga telah masuk dalam persiapan panitia.
“Pos untuk tukang becak ada empat titik. Panitia juga menyiapkan anggaran untuk tukang becak sebesar Rp150 ribu. Ini sebagai kompensasi dan kontribusi untuk tukang becak,” pungkasnya.
Dengan skema tersebut, keberadaan becak listrik diharapkan tidak hanya membantu kelancaran transportasi selama Muktamar ke-35 NU, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi para tukang becak yang terlibat dalam pelayanan peserta.









