Lewat Edukasi dan Digitalisasi Herbal

KPM UNIPDU Jombang Dorong Kesadaran Kesehatan Warga Rejoagung Ploso

Mahasiswa Unipdu saat lakukan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas di Desa Rejoagung, Ploso, Jombang. (Istimewa).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com-Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dilakukan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Jombang Kelompok 10 melalui sejumlah program di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Selama menjalankan pengabdian pada 8 Juli hingga 8 Agustus 2026, mahasiswa mengembangkan tiga program yang menyasar remaja, siswa sekolah dasar, serta masyarakat, khususnya dalam bidang edukasi kesehatan dan pemanfaatan teknologi digital.

Baca Juga

Ketua KPM Kelompok 10 UNIPDU Jombang, Akhmad Muqoddim Fahmi Ilmi, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang dengan melibatkan berbagai unsur di Desa Rejoagung.

Pemerintah desa, bidan desa, PKK, lembaga pendidikan, hingga masyarakat diajak berkolaborasi agar program tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.

“Kami berharap program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mengubah pengetahuan dan kebiasaan masyarakat menuju pola hidup yang lebih sehat,” kata Fahmi, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak sejak tahap perencanaan menjadi bagian penting agar program yang telah dibuat mahasiswa dapat diteruskan oleh masyarakat dan lembaga terkait.

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah edukasi mengenai pencegahan anemia pada remaja. Mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan remaja.

Tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, mahasiswa juga membentuk Duta Anti Anemia di lingkungan pemuda Desa Rejoagung. Para duta tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak penyebaran informasi kesehatan di kalangan remaja.

“Program itu untuk mendukung upaya pencegahan stunting sejak usia remaja, sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai kesehatan,” ujar Fahmi.

Program lainnya menyasar anak-anak sekolah dasar melalui Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Kegiatan tersebut dirancang agar siswa tidak sekadar memperoleh pengetahuan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari.

Mahasiswa mendampingi siswa mempraktikkan enam langkah mencuci tangan dengan benar, terutama sebelum makan. Pendekatan praktik tersebut diharapkan dapat membantu membentuk kebiasaan hidup bersih sejak usia dini.

Sementara itu, Kelompok 10 juga memperkenalkan program DIGIHERBAL Rejoagung. Program ini memanfaatkan teknologi digital untuk menyajikan informasi mengenai tanaman obat keluarga (TOGA) yang terdapat di desa.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan pendataan dan identifikasi tanaman herbal yang tumbuh di wilayah Desa Rejoagung.

Informasi tersebut kemudian dikemas dalam bentuk media digital sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber referensi mengenai tanaman herbal.

“Di sini kami melakukan pendataan, identifikasi, hingga digitalisasi informasi berbagai tanaman herbal yang tumbuh di Desa Rejoagung, agar lebih mudah diakses masyarakat sebagai referensi kesehatan keluarga,” ungkap Fahmi.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KPM Kelompok 10, Khotimah, mengapresiasi pelaksanaan program yang dilakukan mahasiswa. Ia menilai kegiatan dapat berjalan dengan baik karena mahasiswa memiliki perencanaan sekaligus membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait di desa.

“Selama proses pendampingan, mahasiswa menunjukkan komitmen yang baik,” jelas Khotimah.

Ia menambahkan, hasil pengabdian tersebut mulai terlihat dari beberapa perubahan di masyarakat. Pemahaman remaja mengenai anemia dan konsumsi TTD semakin meningkat, siswa sekolah mulai diarahkan untuk membiasakan mencuci tangan sebelum makan, dan kelompok PKK mendapatkan akses terhadap informasi digital mengenai tanaman herbal.

“Seluruh capaian tersebut diharapkan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Masa pengabdian KPM Kelompok 10 UNIPDU Jombang di Desa Rejoagung dijadwalkan berakhir pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Setelah kegiatan selesai, hasil dan luaran program akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Rejoagung, bidan desa, serta pihak sekolah.

Fahmi berharap kolaborasi yang telah terbangun selama KPM dapat tetap berjalan meskipun mahasiswa telah meninggalkan lokasi pengabdian.

“Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, sekolah, PKK, dan masyarakat, kami berharap seluruh program yang telah dirintis dapat terus dilanjutkan sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Desa Rejoagung,” pungkasnya.

Berita Terkait