15 Pasien Sembuh Covid-19 dari OTG, GTPP Jombang Tetap Berpedoman 2 Hasil Swab

Koordinator Bidang Penanganan GTPP Covid-19 Jombang, dr Pudji Umbaran, di sebuah kesempatan.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Sebanyak 15 pasien sembuh dari virus Corona di Kabupaten Jombang, merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG). Data ke-15 pasien OTG sembuh ini, per Sabtu (11/7/2020).

Diketahui, dari data Dinkes Jombang, jumlah pasien sembuh di Kota Santri hingga Selasa (14/7/2020) pukul 16.00 WIB, mencapai 105 orang atau sekitar 27,8 persen dari jumlah kumulatif 378 kasus positif Covid-19.

Baca Juga

Koordinator Bidang Penanganan GTPP Covid-19 Jombang, dr Pudji Umbaran mengatakan, di di antara 15 pasien OTG yang sembuh Covid-19 tersebut, sebelumnya menjalani isolasi di gedung Stikes Pemkab dan Aparma Unipdu.

“15 pasien sembuh ini berasal dari Kecamatan Sumobito, Jombang Kota, Mojowarno, Gudo. Pasien kemudian diizinkan untuk kembali ke rumah, setelah hasil tes swab sebanyak dua kali negatif,” kata dr Pudji, Selasa (14/7/2020).

Pihaknya menjelaskan, meski arahan dari organisasi kesehatan dunia (WHO), pasien bisa dinyatakan sembuh dengan sekali tes Swab. Namun, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Jombang, masih berpedoman pada hasil dua kali tes Swab. Alasannya, menurut dr Pudji, belum adanya kebijakan dari pusat terkait hal tersebut.

“Belum ada petunjuk dari pusat, jadi kami masih menggunakan pedoman dua kali tes Swab dengan hasil negative, baru pasien boleh pulang,” katanya.

Direktur RSUD Jombang ini mengakui proses diketahuinya hasil tes Swab cukup lama. Dikatakan, hal tersebut karena proses swab di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLP) di Surabaya.

“Lama karena kita mengirim hasil swab tes ke Surabaya. Itu hasilnya bisa sampai 10 hari sampai dua minggu,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya meyakini kendala tersebut akan cepat teratasi, dengan difungsikannya kembali mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) sejak Jumat lalu.

“Hari ini mesin PCR sedang running untuk swab hari ini. Hasil uji swab akan lebih cepat diketahui,” pungkasnya.

Sekedar informasi, satu alat pendiagnosa Covid-19 tersebut dibeli RSUD Jombang pada Rabu 10 Juni 2020 lalu, Adanya alat ini, diharapkan lebih mempercepat dan memastikan hasil rapid test seseorang apakah negatif atau positif Covid-19.

Hanya saja, kala itu pihaknya tidak memberikan jawaban saat disinggung harga 1 unit mesin PCR tersebut. Namun disebutkan, PCR sudah mulai beroperasi setelah mesin itu datang dan 2 orang tenaga kesehatan terdiri dari SpPK dan 4 analis, menjalani Bimtek (bimbingan teknis) di RSUD Jombang.

INSTAGRAM

Berita Terkait