Wisata Religi di Ploso Jombang Ini, Jarang Diketahui Masyarakat

Makam para tokoh pendiri wilayah Kecamatan Ploso, Jombang. (M. FA'IZ H).
  • Whatsapp

PLOSO, KabarJombang.com – Wisata religi di Kota Santri Jombang, masih banyak yang belum diketahui masyarakat. Salah satunya wisata religi makam para tokoh yang turut membangun perkampungan wilayah Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Ploso adalah salah satu wilayah kecamatan yang kawasannya berada di utara Sungai Brantas Jombang. Awal keberadaan nama Ploso tersebut bermula dari tempat ditumpuki dengan berbagai pepohonan Ploso. Pohon ploso adalah yang tiap tangkainya berisi tiga daun.

Baca Juga

ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri PUPR
ucapan idul fitri Bappeda Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
iklan bank jombang kredit
ucapan idul fitri BPKAD jombang
ucapan idul fitri BKDPP jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
ucapan idul fitri Disdik jombang
ucapan idul fitri dishub jombang
ucapan idul fitri PKB
ucapan idul fitri kemenag jombang
ucapan idul fitri satpol pp jombang

Berdasarkan kisah yang diceritakan Moh. Dailumi salah seorang yang mempunyai keturunan atau silsilah dari Mbah Sayyid Sulaiman dari Mojoagung. Sementara Mbah Sayyid Sulaiman itu juga termasuk salah satu keturunan dari Mbah Salim, atau salah satu tokoh yang terlibat dalam membangun keberadaan wilayah Kecamatan Ploso,  Jombang.

Dailumi mengatakan, bahwa kecamatan yang disebut Ploso tersebut dulunya sebagai kawasan yang penuh pepohonan Ploso. Kemudian terdapat dua tokoh beragama Hindu dan satu tokoh yang beragama Islam. Disebutkan para tokoh tersebut yang awalnya bersama membabat tanah Ploso.

Dikatakan,  zaman yang masih belum ketahui sampai kini. Pada intinya menurut sejarah dikabarkan bahwa kala itu terdapat tiga tokoh yang saling mempunyai kekuatan. Diantaranya Mbah Djoyo Lengkoro dan Mbah Gurdo dari Kerajaan Majapahit beragama Hindu.

“Selain itu terdapat satu satunya tokoh yang beragama Islam di kawasan itu ialah Mbah Salim. Nah, tiga-tiganya itulah yang membabat atau menebangi pepohonan Ploso di sini,” ujarnya saat ditemui KabarJombang.com, Sabtu (5/6/2021).

“Kemudian setelah ketiga-tiganya tokoh tersebut saling mengetahui keistimewaan satu sama lainnya. Ternyata Mbah Djoyo lengkoro dan Mbah Gurdo kala itu tunduk kepada Mbah Sayyid. Setelah menjadi perkampungan wilayah Kecamatan Ploso tersebut, ketiga-tiganya saling memeluk wilayah,” lanjutnya dengan jelas.

Sehingga peninggalannya kini berada di berada di sebuah Dusun Ploso, Desa Ploso, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Berdasarkan pantauan KabarJombang.com di lokasi tersebut tampak keberadaan tersebut sudah terawat meski masih belum tuntas maksimal.

“Saya harap masyarakat Jombang maupun luar tahu lokasi makam ini dan mengunjungi sebagai tempat ziarah,” pungkasnya.

Dalam makam tersebut terdapat dua tokoh dari Mbah Salim dan Mbah Djoyo Lengkoro. Sementara Mbah Gurdo diketahui kehilangan jejak. Selain itu, keberadaan tempat tersebut diketahui masyarakat Jombang dan lebih layaknya tetap terawat.

 

 

Berita Terkait