Jelang Ramadan, Makam Mbah Sayyid Sulaiman Mojoagung Jombang Ramai Peziarah

Peziarah di Makam Mbah Sayid Sulaiman, Mojoagung, Jombang. (Foto: Anggraini).
  • Whatsapp

MOJOAGUNG, KabarJombang.com- Setiap menjelang bulan suci Ramadan, makam Sayyid Sulaiman di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang, selalu ramai peziarah.

Tak beda dengan tahun-tahun sebelumnya, meski saat ini masih dalam pandemi Covid-19, makam Mbah Sayyid Sulaiman juga ramai dikunjungi peziarah, dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga

Sebab makam tersebut buka setiap waktu 24 jam, sehingga para peziarah bisa kapanpun datang ke kawasan makam Mbah Sayyid Sulaiman tersebut.

Ucapan KFM
iklan podcat Jombang
iklan Ramadhan bkad Jombang
iklan Ramadhan disdik Jombang
iklan Ramadhan Pupr Jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
iklan Ramadhan Satpol PP Jombang
iklan bank jombang kredit
iklan bank jombang nabung
iklan bank jombang

Juru kunci Makam Mbah Sayyid Sulaiman, Muchidun (64) mengatakan, para peziarah yang datang ke makam Mbah Sayyid Sulaiman tidak hanya dari Jombang tetapi juga dari berbagai penjuru tanah air. Seperti, Medan, Palembang, Lampung, Banjarmasin, Malang, Tulungagung, Pasuruan, dan lain sebagainya.

“Tapi ini termasuk sepi, soalnya waktu sebelum ada Corona dulu halaman sini (depan musholla makam) padat orang dan tidak muat kalau hari Sabtu, Minggu. Malah tahun kemarin 2020 sepi, hampir tidak ada orang ziarah, kalau sekarang ya hampir 60 persen lah orang berziarah,” kata Muchidun saat ditemui di kawasan makam Mbah Sayyid Sulaiman, Minggu (4/4/2021).

Lantunan doa dari para peziarah terus bergema di area pendopo atau makam Mbah Sayyid Sulaiman. Mulai dari beberapa rombongan pengajian, para Nahdliyin, Pondok Pesantren, masyarakat umum, dan lain sebagainya.

Mereka nampak fokus berdoa serta membaca tahlil maupun istighosah. Dengan bacaan doa yang dipegang dan disimak, seakan membawa suasana menjadi khusyuk dan damai. Masker yang tetap dikenakan pun seolah sebagai penawar dan pelindung mereka dari situasi pandemi Covid-19 ini.

“Ya jelas kita sebagai manusia bersyukur lah atas jasa-jasa para pejuang, dengan adanya para wali-wali kita. Mungkin kalau tidak ada pejuang, tidak ada para wali-wali, kita tidak akan mengenal mana yang benar dan salah. Jadi, bukan kita meminta ke si mayit, kita meminta tetap kepada Allah, “terang laki-laki yang juga sebagai takmir Musholla di kawasan makam Mbah Sayyid Sulaiman ini.

Terlihat di halaman Musholla juga terdapat beberapa alat pencuci tangan dan sabun. Sehingga sebelum memasuki makam, peziarah harus mencuci tangannya terlebih dahulu. Sesekali para pengurus makam juga menyiarkan lewat pengeras suara agar peziarah tetap menggunakan masker.

Muchidun menambahkan, jumlah peziarah tahun ini mengalami penurunan dari tahun-tahun normal sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya pandemi Covid-19. Sehingga mobilisasi masyarakat untuk beraktivitas terbatas.

Kawasan makam Mbah Sayyid Sulaiman ini berlokasi di Dusun Rejoslamet, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.

Seperti salah satu peziarah asal Tulungagung, Sumini yang datang bersama rombongan pengajian dan anaknya ini mengaku rutin setiap tahun berziarah. Khususnya menjelang bulan suci Ramadan untuk berziarah ke makam Mbah Sayyid Sulaiman.

“Saya kesini bersama rombongan pengajian dari Tulungagung, tadi berangkat dari rumah pukul 06.00 WIB. Karena habis ini kan Ramadan jadi sudah menjadi rutinitas kita untuk berziarah,” kata Sumini.

Hal senada diungkapkan salah satu peziarah dari Malang yang mengatakan jika setiap menjelang bulan Ramadan pihaknya bersama Jama’ah berziarah ke makam-makam para wali.

“Memang kalau menjelang bulan Ramadan kita berziarah ke makam-makam para wali seperti ini,” singkatnya.

 

 

 

 

 

Berita Terkait