Asrinya, Wisata Kebun Kelengkeng Suwarno di Plandaan Jombang

Wisata petik buah kelengkeng di Dusun Jambe, Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. KabarJombang.com/Anggraini Dwi/
Wisata petik buah kelengkeng di Dusun Jambe, Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. KabarJombang.com/Anggraini Dwi/
  • Whatsapp

PLANDAAN, KabarJombang.com – Kebun kelengkeng yang terletak di Dusun Jambe, Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang menjadi salah satu wisata alam yang layak dikunjungi traveller.

Wisata kebun kelengkeng di Kecamatan Plandaan ini menawarkan pemandangan yang sangat asri, sejuk, dan nyaman, sebagai pelepas penat dikeseharian.

Luas perkebunan kelengkeng ini 5,6 hektar, jika plus waduk luasnya hampir 10 hektar dan resmi dibuka baru satu bulan ini, sementara dalam proses pengembangannya sudah sejak tahun 2015.

“Kita pembuatan kebun dari penataan, penanaman dan proses lainnya ini sekitar tahun 2015-an,” kata pemilik kebun klengkeng, Suwarno kepada KabarJombang.com, Sabtu (27/2/2021).

Tidak hanya kebun kelengkeng saja yang disajikan bagi pengunjung, tetapi juga ada waduk, pemancingan ikan, kuliner, wahana bermain, dan tempat foto instagramabel.

Kebun kelengkeng ini hanya dibuka pada hari Sabtu dan Minggu. Untuk biaya masuknya tidak ditarif alias gratis, hanya saja untuk pemetikan buah klengkeng, mancing ikan, dan memanfaatkan wahana Anda harus mengeluarkan biaya.

Wisata petik buah kelengkeng di Dusun Jambe, Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. KabarJombang.com/Anggraini Dwi/
Wisata petik buah kelengkeng di Dusun Jambe, Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. KabarJombang.com/Anggraini Dwi/

“Untuk biaya masuk kita gratis, disini hanya orang yang belanja buah klengkeng, ikan. Dan penanaman klengkeng ini mudah daripada tanaman buah lainnya. Karena untuk tiap bulannya kita bisa panen,” ujarnya.

“Kita disini motifnya untuk berdagang. Berdagang kelengkeng, ikan, sedangkan wahana-wahananya itu sebagai pemanis dan pengikat konsumen saja agar pengunjung tidak mudah boring,” ungkapnya.

Dalam proses pengembangan kebun kelengkeng tersebut Suwarno juga melibatkan masyarakat setempat sekitar 30 orang. Baik untuk pengelolaan klengkeng, wahana bermain, tempat pemancingan, kuliner, hingga parkir.

“Jadi disini kita libatkan hampir 30 orang, mulai dari parkir, warung, perikanan dan pemegang wahana. Jika ada untung mereka yang bagi sendiri kemudian dilaporkan ke saya, dan kita disini ndak ada gaji,” terangnya.

Hasil dari panen kelengkeng tersebut juga tidak serta merta dijual oleh Suwarno tetapi juga diproduksi kembali menjadi produk-produk lain seperti ice cream klengkeng, air mineral, tetapi belum dikelolanya dalam bentuk banyak atau secara massal.

“Kemarin kita juga produksi air, dan ice cream tetapi belum banyak. Dan itu masyarakat sendiri yang memproduksinya, secara alami, tanpa tambahan apapun, jadi manisnya asli dari buah klengkeng,” paparnya.

Rute kebun kelengkeng Suwarno Plandaan

  • Whatsapp

INSTAGRAM

Berita Terkait