Usulan Meluber, DinkopUKM Jombang Tak Lagi Buka Pendaftaran Bantuan UMKM

Aries Yuswantono, Kabid Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Jombang
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Kabar pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) untuk UMKM 2,4 juta, dibuka lagi, ditepis Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (DinkopUKM) Kabupaten Jombang.

Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM, DinkopUKM Jombang, Aries Yuswantono menyatakan, pendaftaran bagi warga yang ingin mendapatkan Banpres tersebut tidak dibuka lagi. Alasannya, jumlah usulan pendaftar bantuan ini meluber dari kuota yang sudah ditetapkan.

Baca Juga

Dikatakannya, kuota penerima bantuan ditetapkan sebanyak 20 ribu penerima. Sedangkan jumlah pendaftar usulan bantuan tersebut di Kabupaten Jombang sebanyak 63,202 usulan. Artinya, usulan tersebut telah melebihi batas kuota.

“Tidak ada lagi pendaftaran usulan bantuan UMKM. Kuota untuk masing-masing Kabupaten sebanyak 20 ribu usulan, sedangkan di Jombang yang sudah mendaftar sebanyak 63,202,” tuturnya pada KabarJombang.com, Selasa (24/11/2020).

Menurut Aries, jumlah pendaftar usulan tersebut belum termasuk pendaftar dari luar DinkopUKM. “Itu masih pendaftar yang dari DinkopUKM ya. Di luar dinas pastinya juga banyak. Jadi kemungkinan lebih dari angka jumlah pendaftar usulan bantuan tadi,” tambahnya.

Pihaknya juga mengaku khawatir terjadinya fenomena penumpukan seperti tahapan usulan sebelumnya, bahkan bisa jadi menjadi lebih banyak lagi.

“Kalau dibuka pendafataran lagi, fenomena penumpukan usulan pasti terjadi lagi, malah akan lebih banyak lagi dari yang sudah kirim,” ungkapnya.

Tidak dibukanya lagi pendaftaran tersebut, juga agar pendaftar yang sudah melebihi kuota tersebut terakomodir. “Kami mencoba yang sudah melebihi kuota itu agar terakomodir dulu, sebelum kami buka pendaftaran lagi,” ujarnya.

Aries juga mengaku tidak tahu, terkait kabar pendaftaran dibuka lagi itu. “Waduh, saya malah tidak tahu itu, yang jelas dari DinkopUKM kebijakannya tidak akan membuka pendaftaran lagi,” tutupnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait