Tuban – Jombang Ditarif Mahal Tanpa Karcis, Penumpang Bus Mengeluh

Ilustrasi
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Dikenai tarif lebih mahal dari biasanya, Azmi Thalibin (25) seorang penumpang bus SR, mengeluh. Pasalnya, ia sebelumnya tidak mendapatkan informasi kenaikan tarif bus. Lebih lagi, konduktur bus tak memberikan karcis ke penumpang, setelah ongkos bus diterimanya.

Azmi Thalibin mengaku ditarif sejumlah Rp 30 ribu untuk perjalanan dari Tuban sampai Jombang. Padahal biasanya, warga asal Rengel Tuban ini mengaku hanya ditarif Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu untuk rute yang sama.

Baca Juga

“Ya kaget juga, kok ditarif Rp 30 ribu. Biasanya nggak sampai segitu,” katanya pada KabarJombang.com, Senin (26/10/2020).

Yang bikin dirinya tanda tanya besar, lanjutnya, sang kondektur tidak memberikan karcis bus sebagai tanda bukti pembayaran jasa. “Ketika saya tanya soal kenaikan tarif, kondektur menjawab, memang naik,” kata Azmi menirukan ucapan kondektur.

Meski begitu, dirinya mengaku tidak menjadi masalah jika memang tarif bus sedang betul-betul naik. Ia hanya berharap, kenaikan tarif semestinya harus diinformasikan atau disosialisasikan lebih dulu, agar penumpang memakluminya.

“Minimmal kondekturnya memberi penjelasan dan disosialisasikan sebelumnya oleh pemerintah. Ya untung saja saya bawa uang lebih, kalau tidak kan bisa gawat,” ungkapnya.

Azmi juga mengatakan, kondisi bus yang ia tumpangi saat itu, sudah seperti dalam kondisi normal. Padahal, pemerintah belum menyatakan pandemi Covid-19 ini berakhir.

“Kalau awal bus diperboleh beroperasi lagi kemarin, masih ada pemberlakukan physical distancing, ada pemisah satu kursi antar penumpang. Kalau kali ini sudah tidak ada. Seperti sudah normal,” katanya.

INSTAGRAM

Berita Terkait