oleh

Terjatuh di Tumpukan Batu saat Tebang Pohon, Lelaki asal Badang Ngoro Tewas

NGORO, KabarJombang.com – Nahas menimpa Sutris alias Ndaman (55) warga Dusun Sukotirto, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Dia meregang nyawa akibat luka parag di kepalanya, usai terjatuh dari pohon melinjo.

Insiden maut ini terjadi di pekarangan milik Nursalim di Dusun Bakalan, Desa Pulorejo, Minggu (6/10/2019), sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dimintai tolong Nursalim untuk memotong pohon belinjo di pekarangannya.

Sejak pagi, korban pun mulai bekerja memotong pohon melinjo itu. Namun, baru sekitar lima belas menit, tib-tiba tetangga sekitar mendengar suara korban jatuh.

Sekitar tiga orang yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, langsung berlari ke sumber suara. Di situ, mereka melihat korban sudah dalam keadaan terlentang, tak jauh dari pohon yang hendak dia potong.

Nahasnya, di bawah pohon melinjo itu, terdapat tumpukan batu yang rencananya akan digunakan membangun rumah.

Korban yang tak sadarkan diri, kemudian ditolong sejumlah warga termasuk Nursalim, pemilik pekarangan. Tubuh korban yang penuh darah kemudian diangkat dan ditepikan di teras rumah.

Polisi yang tiba di lokasi kejadian setelah mendapat laporan, langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) dan memintai keterangan sejumlah saksi.

“Menurut keterangan saksi, saat diangkat korban masih bernafas, Namun beberapa saat kemudian korban terdiam dan menghembuskan nafas terakhir,” ujar AKP Leky Bahtiar, Kapolsek Ngoro, Minggu (6/10).

Setelah melakukan visum luar, polisi memastikan bahwa korban tewas murni karena mengalami kecelakaan, yakni terjatuh dari pohon. Dari hasil visum, korban mengalami luka parah di kepala bagian belakang hingga 10 sentimeter. Selain itu, dari hidungnya juga mengeluarkan darah.

“Jenazah korban kemudian kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Polisi juga mengamankan sebuah gergaji yang digunakan memotong batang pohon melinjo serta sebuah topi yang dipakai korban.

Jurnalis: Muji Lestari
Editor: Nurul Yaqin

Berita Lainnya