Tak Terlihat Sejak Sore, Penghuni Kos di Mojoagung Ditemukan Tewas ‘Bersujud’

Kondisi korban sebelum dievakuasi petugas. (Istimewa)
  • Whatsapp

MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Seorang pria asal Surabaya yang kesehariannya bekerja sebagai tukang servis jok didepan pasar Mojoagung, ditemukan tewas didalam kamar kosnya di Dusun Bandaran, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Minggu (2/8/2020) malam.

Data yang berhasil dihimpun, korban bernama Achmad Syadeli (45) warga Tanah Merah Selatan 2C/27 Rt 018 Rw 004, Desa Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya.

Baca Juga

Kapolsek Mojoagung, Kompol Paidi menjelaskan, peristiwa awal ditemukannya korban meninggal saat sejumlah warga yang curiga dengan korban yang tidak kelihatan sejak Minggu sore sementara keadaan tempat kosnya tertutup. Warga pun berupaya mencarinya dengan memanggil korban dari luar kamar namun tidak ada jawaban.

Karena pintu kamar kos terkunci dari dalam, selanjutnya warga mengecek dari lubang angin kamar kos dan mendapati korban seperti sedang sujud dan tidak bergerak. Warga pun melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat setempat yang kemudian dilanjutkan ke Polsek Mojoagung.

“Tadi warga mengetahui korban meninggal sekitar pukul 20.00 Wib, selanjutnya sekitar pukul 21.00 Wib baru dibuka, didobraklah pintu kamar kostnya karena terkunci dari dalam. Sebelum ditemukan meninggal, korban pada hari sabtu masih terlihat,” kata Paidi, Senin (3/8/2020).

 

Petugas saat melakukan olah TKP. (Foto: Jajang Sutris)

 

Lanjut Paidi, korban yang kesehariannya bekerja sebagai jasa service jok sepeda motor itu, sudah memiliki seorang istri yang berasal dari Dusun Klampisan, Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung.

“Ia bekerja jadi tukang servis jok di depan pasar Mojoagung dan menurut informasi korban sudah memiliki istri orang Kelampisan, Desa Tejo. Namun sekarang sudah pisah ranjang sehingga korban kos,” katanya.

Menurut dia, petugas kepolisian dari Polsek Mojoagung dan tim Inafis Polres Jombang yang tiba dilokasi, menemukan tiga alat hisap bantu pernapasan yang digunakan korban.

Jasad korban selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSUD Jombang untuk dilakukan autopsi.

“Kita menemukan tiga alat hisap pernapasan untuk sesak napas. Dugaan sementara, korban meninggal karena memiliki riwayat sesak nafas dan jasad korban sudah kita bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Jombang, untuk dilakukan Autopsi luar saja,” pungkas Paidi.

 

INSTAGRAM

[iscwp-slider username="kabarjombangdotcom" dots="false" limit="5" popup="true" popup_gallery="false" show_likes_count="false" instagram_link_text="Ikuti Instagram"]

Berita Terkait