Ssstt, Ada TPQ Nonaktif di Jombang Dapat Bantuan Covid-19 Rp 10 Juta?

Ilustrasi
  • Whatsapp

BANDAR KEDUNGMULYO, KabarJombang.com – Kabar adanya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) tak lagi berkegiatan, namun mendapatkan bantuan dari Kementerian Agama (Kemenag) sebesar Rp 10 juta, mencuat ke permukaan.

Sumber KabarJombang.com mengatakan, salah satu TPQ non-aktif namun mendapat bantuan, berada di Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang. Nama TPQ-nya, katanya, berinisilal AH dan berlokasi tak jauh dari kediamannya.

Baca Juga

Menurutnya, TPQ tersebut sudah lama tidak beraktivitas dan tidak ada santrinya. “Sudah lama tidak ada kegiatan mengaji di TPQ tersebut. Mungkin sudah hampir tiga tahunan. Lha ternyata masih dapat bantuan dana,” katanya sumber pada KabarJombang.com, Rabu (18/11/2020).

Disinggung persyaratan administrasi untuk mendapatkan bantuan tersebut, ia mengatakan kurang tahu pasti apakah TPQ tersebut masih terdaftar dalam database Kemenag atau tidak. Hanya saja, ia pernah melihat, jika pernah anak-anak di lingkungannya diajak foto bersama.

“Anak-anak sini disuruh datang ke rumah pemilik TPQ, kemudian difoto. Mungkin itu untuk ngakalinya agar mendapatkan bantuan,” sambungnya.

Ia kembali mengatakan, foto tersebut digunakan untuk apa. Dia juga mengaku heran, masing-masing anak kemudian diberi uang sebesar Rp 5 ribu, setelah foto-foto.

“Nggak tahu pasti buat apa. Mungkin buat laporan atau apa. Jadi anak-anak disuruh kumpul terus difoto. Setelah itu per anak dikasih uang Rp 5 ribuan. Saya dan masyarakat yang tahu tentang itu ya gedek-gedek, kok bisa-bisanya cari untung dengan mengatasnamakan Al-Qur’an,” ungkapnya heran.

Sumber juga mengatakan sempat mencari jawaban dari keheranannya, bersama beberapa warga sekitar. Dari informasi yang dia dapat, pemilik TPQ masih mempunyai sertifikat atau piagam tentang keberadaan TPQ tersebut, dan beranggapan berhak mendapatkan bantuan.

“Mereka beralasan masih berhak menerima bantuan karena masih ada piagam TPQ. Padahal kan TPQ tersebut sudah tidak ada kegiatan mengaji atau belajar mengajar,” terangnya.

Informasi terbaru, lanjut sumber, masyarakat akhir-akhir ini menolak jika anak-anaknya akan difoto lagi, karena sudah tahu maksud terselubung dari kegiatan foto anak-anak mereka.

“Yang terbaru, kemarin rencananya ada foto-foto lagi, mau undang anak-anak lagi untuk difoto, katanya per anak mau diberi Al-Qur’an. Tapi karena banyak yang sudah tahu kelakuannya, akhirnya banyak yang nolak,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait