Inilah Cerita Alun-alun Menurut Budayawan Jombang

  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com- Kata alun-alun diambil dari Bahasa Jawa. Yakni aloen-aloen yang berarti lapangan terbuka luas berumput dikelilingi jalan digunakan masyarakat berkegiatan.

Dikutip dari tirto.id oleh Olivier Johannes Raap dalam bukunya yang berjudul Kota di Djawa Tempo Doeloe menyatakan, banyak kota di Pulau Jawa memiliki lapangan terbuka untuk umum berbentuk persegi empat di pusat kota yang disebut alun-alun.

Baca Juga

Dibandingkan dengan sebutan Melayu, yakni Padang dan Medan, alun-alun memiliki suatu ciri khas. Letaknya di depan kediaman penguasa daerah.

Selain itu, dikutip dar goodnewsfromindonesia.id jika awalnya alun-alun sendiri adalah tempat untuk berlatih perang untuk prajurit kerajaan. Tempat penyelenggaraan untuk sayembara dan penyampaian titah raja kepada rakyatnya dan pusat perdagangan masyarakat terbesar.

Sementara itu, menurut Budayawan Jombang, Nasrul Illah atau yang dikenal Cak Nas ini menerangkan, bahwa alun-alun Jombang merupakan salah satu alun-alun dari beberapa kabupaten yang konsepnya berasal dari Keraton.

“Seperti bangunan yang ada dibelakang Pendopo (rumah Bupati) itu kan ada penjara yang bernama Lapas, itu sama kayak alun-alun yang ada di Malang maupun di Jogja. Yang berarti bahwa orang-orang ini harus dekat dengan Bupati biar kalau mau apa-apa cepat,” kata Cak Nas kepada KabarJombang.com, Selasa (2/2/2021).

Alun-alun Jombang juga sudah terbentuk sebelum zaman Belanda masuk ke Jombang. Dikenal sebagai tempat berkumpulnya orang-orang dengan jumlah banyak saat ingin bertemu Bupati atau Raja pada zaman dulu.

“Memang alun-alun itu sudah ada sejak zaman kerajaan seperti yang ada di Jogja. Tapi zaman kerajaan apa saya juga belum mengetahui persis,” terangnya.

Tata letak alun-alun Jombang ini juga dikelilingi sejumlah  bangunan seperti pendidikan, kantor pemerintahan, tempat beribadah, dan stasiun. Begitupun juga bentuk alun-alun yang  membentuk persegi, sejak dahulu bentuknya tidak berubah.

“Jadi alun-alun ini merupakan pusat pemerintahan yang kita tahu saat ini adalah Pemerintahan Kabupaten. Apakah pada saat Afdeling sudah ada pemerintahan itu, saya ndak tahu, karena Afdeling tidak menunjukkan dimana kantornya. Namun, hanya batas-batasan kota saja,” tandasnya.

 

 

 

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait