Bocah 9 Tahun Asal Cukir Jombang Ini, Mahir Jadi Dalang Wayang Potehi

Foto : Rasya Muhammad Atahiya Bocah 9 Tahun asal Desa Cukir, Diwek Jombang yang Sudah Mahir Jadi Dalang Wayang Potehi. (Anggit Pujie Widodo)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Dalang cilik wayang potehi bawakan alur cerita Kerajaan Tai Tong. Mengisahkan tentang peperangan, dimana seorang pendekar yang ingin membalaskan dendam kematian keluarganya.

Rasya Muhammad Atahiya, usianya baru 9 tahun, seorang anak asal Desa Cukir, Diwek Kabupaten Jombang yang kini mulai menapaki karir menjadi dalang Wayang Potehi.

Baca Juga

Tangannya berlenggak-lenggok memainkan wayang potehi yang menceritakan kisah perjuangan seorang pendekar dalam peperangan, bertujuan untuk membalaskan dendam kematian keluarganya.

Bergantian dua tangannya begitu cekatan memainkan beberapa karakter yang diceritakan dalam pementasan di hadapan audiens yang hadir di Konferensi Pers Wayang Potehi di Warung Potehi, Gudo, Jombang pada Selasa (9/7/2024).

Rasya begitu percaya diri setiap memainkan karakter wayang. Meskipun dipantau puluhan mata, tampak tak ada sedikit pun gugup di raut wajahnya.

Tiga menit ia memainkan cerita tersebut namun membuat para undangan yang datang begitu gembira. Pasalnya, anak sekecil Rasya, terlihat begitu lihai memainkan wayang di setiap karakter yang berbeda.

Tangan Rasya begitu lihai, padahal ia baru belajar menjadi dalang selama empat bulan terakhir. Siswa kelas 4 Sekolah Dasar (SD) yang bersekolah di SDI Islam Sabilillah Cukir, Diwek, Jombang ini begitu yakin dengan keinginannya menjadi seorang dalang.

Rasya menuturkan, awalnya ia diajak oleh teman-temannya untuk bergabung di komunitas seni Wayang Potehi. Ia mengaku tidak menolak karena sebelumnya dirinya sering melihat pertunjukan wayang tersebut.

“Karena saya senang, awalnya diajak teman jadi saya langsung mau dan bergabung,” ucapnya saat dikonfirmasi awak media.

Karena sering melihat pementasan wayang tersebut, tumbuh keinginannya untuk menjadi seorang dalang. Terlebih, jarang sekali ada generasi saat ini yang ingin meneruskan seni tersebut.

“Saya ingin jadi dalang Wayang Potehi. Karena sekarang jarang yang mau. Saya juga senang ikut kegiatannya,” katanya.

Rasya melanjutkan, ia belajar menjadi dalang baru empat bulan. Selain menjadi dalang, ia juga kerap kali memainkan beragam alat musik pengiring wayang.

Namun, keinginan kuatnya tetap menjadi seorang dalang. “Saya termotivasi meneruskan generasi yang sekarang,” ujarnya.

Ia melanjutkan, dalam proses pembelajarannya ia mengalami beberapa kesulitan salah satunya kendala di bahasa dan penceritaan. Terlebih, penceritaan Wayang Potehi ini juga banyak menggunakan bahasa China.

Meskipun begitu, ia mengaku tidak masalah dengan kesulitan tersebut karena ada mentor yang selalu mengajarinya. Apalagi, ia juga sering mentas menjadi dalang di Klenteng, Gudo untuk membawakan cerita dengan media wayang tersebut.

Ia juga berpesan kepada anak sebayanya yang ingin bergabung dengannya belajar Wayang Potehi bisa langsung datang ke museum Potehi di Gudo, Jombang.

“Ada mentor yang mengajari jadi sedikit-sedikit sudah mulai terbiasa. Yang mau belajar silahkan tanpa dipungut biaya,” pungkasnya.

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait