Nostalgia Telepon Umum Koin di Jombang, Riwayatmu Kini

Telepon umum koin yang masih berdiri di wilayah Jombang. KabarJombang.com/Diana Kusuma/
Telepon umum koin yang masih berdiri di wilayah Jombang. KabarJombang.com/Diana Kusuma/
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Telepon umum koin menjadi alat komunikasi penting di tahun 1980-1990an. Karena menjadi alat komunikasi dengan sanak famili ataupun teman.

Koin atau uang receh saat itu menjadi kunci agar telepon umum tersebut dapat digunakan.

Baca Juga

Terkadang tak heran jika kawula muda saat itu sengaja mengumpulkan uang koin sebanyak mungkin untuk menghubungi si doi yang berada dalam jangkauan lokal.

Bentuk telepon umum sendiri saat ini menjadi hal yang klasik karena beberapa spot telepon umum koin yang berada di sekitaran wilayah Kabupaten Jombang nampak kotak besi masih berdiri kokoh meski dalam kondisi masih ada atau tidak pesawat telepon didalamnya dengan gagang telepon yang terbilang cukup besar.

Keberadaan telepon umum koin di Kabupaten Jombang sendiri banyak tersebar di wilayah kota, seperti tempat-tempat fasilitas umum, sekitaran Kebonrojo, wilayah sekolah, wilayah perkantoran, bahkan di Desa yang berada di area perkotaan Jombang terdapat telepon umum koin.

Salah satu warga di Jombang yang sempat memanfaatkan fasilitas telepon umum koin tersebut, Fatoni (50) mengaku di era tahun 1980 hingga 1990 bahwa telepon tersebut menjadi kebutuhan masyarakat untuk berkomunikasi dengan orang lain dalam wilayah lokal.

“Saya termasuk orang yang dulu sering memanfaatkan telepon itu dengan harga Rp 100 durasinya 3 menit, tapi ya gitu telepon itu hanya bisa digunakan untuk wilayah lokal,” jelasnya kepada KabarJombang.com, Rabu (4/8/2021).

Hal unik yang bisa dibagikan Fatoni saat melalui era telepon umum koin mulai dari koin yang kurang saat perbincangan masih harus berlanjut serta tingkah lucu saat menggunakannya.

“Dulu banyak kita temukan di area publik di Jombang sekitaran Kebonrojo itu dan fasilitas umum lain. Ada kejadian menarik saat itu disaat obrolan kita masih berlanjut dan penting tapi kita kehabisan koin itu bingungnya setengah mati sampai menoleh ke siapapun dengan isyarat pinjam koin karena masih harus berlanjut. Adalagi biasanya orang rencana bertelepon lama dimasukkan koin banyak, nanti jika dirasa koin ada kembalian maka akan di dobrak dan memang koin itu jatuh sebagai kembalian,” ungkapnya.

Nostalgia lain juga diceritakan oleh Syarif warga di Jombang yang saat itu dirinya berstatus pelajar yang seringkali antre saat jam pulang sekolah dan dengan nakal mendobrak pesawat telepon agar koin yang dimasukkan bisa keluar alias telepon dengan gratis.

“Dulu waktu pulang sekolah biasanya antre untuk minta dijemput, sempat nakal waktu itu sama temen-temen dulu mendobrak telepon agar koin itu keluar lagi, jadi biar gratis, konyol tapi waktu itu dilakukan,”terangnya.

Meskipun telepon umum koin mempunyai manfaat di era tersebut, namun kejayaannya tak lagi dirasakan hingga sekarang karena kemajuan teknologi dan digital menggerus peradabannya dengan update penggunaan.

Setelah era tersebut, mulai bermunculan warung telekomunikasi (wartel) yang menjamur dan tersebar di Jombang dengan jangkauan komunikasi hingga interlokal meski dengan harga dengan argo yang lebih mahal dibanding telepon umum koin.

Setelah itu berkembang dengan adanya ponsel yang lebih fleksibel hanya dengan satu genggaman yang dapat dibawa kemana-mana, dan seiring perkembangan zaman handphone menjadi lebih beragam fungsi dengan nama smartphone dengan dukungan internet yang seakan-akan dunia dalam genggaman.

 

iklan bank jombang berita

Berita Terkait