Sempat Turun 50 Persen Akibat Pandemi, Perusahaan Tetes Tebu di Jombang Tetap Eksis

H Juliono, pemilik perusahaan tetes tebu (molase) di Jombang
H Juliono, pemilik perusahaan tetes tebu (molase) di Jombang
  • Whatsapp

PERAK, KabarJombang.com – Tidak sedikit sektor bisnis atau perusahaan dibuat pontang-panting atau keteteran agar tetap mampu bertahan dan eksis di tengah pandemi Covid-19. Tak terkecuali, sektor bisnis tetes tebu atau molase.

Tetes merupakan salah satu produk hasil dari pengolahan tebu, selain nira (bahan utama gula). Meski demikian, tetes masih mengandung gula dan asam organik. Berbentuk cairan kental berwarna cokelat.

Baca Juga

Di Kabupaten Jombang, salah satu perusahaan tetes tebu berada di Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Perusahaan ini mendapatkan tetes tebu, langsung dari pabrik gula di kawasan Jawa Timur.

H Juliono, pemilik perusahaan tetes tebu bernama PT SL ini mengaku, terjadi penurunan pendapatan sekitar 40 hingga 50 persen akibat pandemi Covid-19.

“Iya, perusahaan saya juga terdampak dengan adanya wabah Covid-19. Bisnis apa pun tidak ada yang tidak terdampak. Namun, kita harus bisa bertahan dengan strategi masing-masing, sehingga tidak sampai merumahkan karyawan,” tuturnya pada KabarJombang.com, Rabu (25/8/2020)

Di saat pabrik gula belum giling, kata Kaji Juli –begitu pria ini akrab disapa, perusahaannya masih melakukan pengiriman tetes tebu ke sejumlah daerah di Indonesia, sesuai order dan kontrak yang sudah terjalin. Menurutnya, tetes tebu asli atau belum tercampur bahan lain, digunakan untuk pembuatan MSG (bahan makanan), alkohol, etanol, bahan minuman, dan kecap.

“Kendala waktu itu memang soal pengiriman. Di mana sejumlah daerah memberlakukan lockdown. Beruntung, kita bisa melakukan pengiriman karena ini merupakan bahan dasar. Tentunya, kami mematuhi protokol kesehatan,” kata pria yang juga menjadi Ketua Askab (Asosiasi Sepakbola Kabupaten) PSSI Jombang ini.

Saat musim panen tebu dan pabrik gula mulai giling seperti saat ini, lanjut Kaji Juli, pasokan tetes tebu sudah mulai ada cukup banyak. Selain pengiriman ke sejumlah daerah, geliat pengambilan tetes tebu dari pabrik gula, juga sudah aktif.

Dalam kegiatan usahanya sejak pandemi hingga kini, pihaknya menjamin adanya penerapan protokol kesehatan pada perusahaannya secara ketat.

“Yang utama sehat dulu, jangan sampai karena terlalu stres memikirkan menjadikan imun tubuh lemah dan berakibat sakit. Kita harus santai, tapi harus waspada dan bijak dalam menghadapinya. Harus memutar otak bagaimana harus bangkit kembali,” pungkasnya saat ditemui di kediamannya.

INSTAGRAM

Berita Terkait