Produsen Ketupat dan Lepet di Jogoroto, Beruntung Jutan Rupiah Sebulan  

Suparmi saat membuat ketupat dan lepet di rumahnya. (Foto: Anggit).
  • Whatsapp

JOGOROTO, KabarJombang.com – Seiring dengan perkembangan zaman, jajanan atau makanan modern juga semakin pesat. Meski demikian, ketupat dan lepet di Jombang, keberadaannya masih saja bertahan.

Ketupat dan lepet banyak dibuat warga Dusun Ngembeh, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Bahkan, makanan yang terbungkus daun muda  kelapa (janur) ini, terbilang semakin eksis dibuat warga Ngembeh.

Baca Juga

Adalah Suparmi (56), warga Ngembeh yang memproduksi ketupat dan lepet sejak sekitar 14 tahun lalu hingga sekarang. Lewat keahliannya, sampai di era modern ini ia tetap bisa bertahan.

Bahkan, Suparmi yang mengelola usaha pembuatan ketupat dan lepet di rumahnya itu, memberikan lapangan pekerjaan terhadap tetangganya meskipun tidak banyak.

“Usaha pembuatan ketupat lepet ini, sudah berjalan 14 tahun. Awalnya sama keluarga saja, tapi sekarang punya tiga karyawan dibantu dua orang anaknya,” ucapnya pada KabarJombang.com, Minggu (8/11/2020).

Dalam usahanya ini, omzet yang didapatkan juga tidak main-main. Setiap bulannya ia bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp10 juta.

“Kalau hari biasa bisa menghabiskan 20 kg beras. Sedangkan untuk hari Raya Idul Fitri bisa mencapai satu  kuintal lebih,” jelasnya.

Dalam sehari produksi, dia bisa  menghabisakan sebanyak 5 lonjor janur dan sebanyak 25 kelapa yang ia beli dari luar kota. Sementara bahan dasar yang digunakan yaitu beras.

Sedangkan lepet, bahan dasar menggunakan beras ketan ditambah campuran kelapa dibungkus dengan janur. Bedanya tidak dianyam seperti ketupat, melainkan berbentuk panjang seperti lontong.

“Untuk penjualan tidak ada banyak kendala, meskipun bukan hari raya. Karena sudah punya pelanggan tetap yang menampung hasil olahannya. Biasanya ngirim ke Kediri, Surabaya, Mojokerto, sekali kirim 20 Kg,” ungkapnya.

Awal ia mendirikan usaha produksi ketupat dan lepet ini, karena di Dusun Ngembeh sejak dulu punya khas usaha tersebut. Ia belum mengetahui secara pasti sejak kapan Dusun Ngembeh jadi tempat produksi ketupat dan lepet.

Ia berharap usaha ini bisa terus berlanjut, terutama ke generasi milenial saat ini. Sebagai khas dari Dusun Ngembeh, sudah sepatutnya, menurutnya harus ada yang meneruskan.

“Khusus generasi muda memang harusnya ada yang meneruskan usaha ini, karena khas dari dusun ini,”harapnya.

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait