Tampung 370 Siswa, Begini Perkembangan Terbaru Sekolah Rakyat Jombang

Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang. (Istimewa/Kabar Jombang)
  • Whatsapp

JOMBANG, Kabar Jombang.com- Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang menampung 370 siswa dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Di tengah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, layanan konsumsi siswa masih mengandalkan katering, sementara pemeriksaan akhir pembangunan kompleks sekolah di Desa Tunggorono masih berlangsung.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang, Andik Minarto, mengatakan, total 370 siswa tersebut terdiri atas 270 peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 dan 100 siswa yang telah mengikuti pembelajaran sejak 2025.

Baca Juga

“Yang baru 270 dan yang lama 100. Berarti total ada 370,” ujar Andik, Jumat (16/10/2026).

Sebanyak 270 siswa baru menempati kompleks permanen di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. Sementara itu, 100 siswa angkatan pertama masih tercatat berada di lokasi pembelajaran lain di wilayah Mojoagung.

Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar bagi angkatan pertama dimulai pada 14 Juli 2025 di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung, Desa Mancilan. Adapun pembelajaran di kompleks baru dimulai pada tahun ajaran 2026/2027, tepatnya 30 Juli 2026.

Sekolah tersebut menerapkan kurikulum nasional sebagaimana sekolah pada umumnya. Sementara itu, pemenuhan tenaga pendidik mengalami perubahan sejak 1 Oktober 2026, ketika guru dan tenaga kependidikan mulai diperoleh melalui penugasan Kementerian Sosial (Kemensos).

Berdasarkan data sekolah per 1 Oktober 2026, terdapat 150 pegawai yang terdiri atas 39 guru, 110 tenaga kependidikan, dan seorang kepala sekolah. Selain itu, terdapat seorang guru Pendidikan Agama Islam yang bertugas melalui penugasan Kementerian Agama (Kemenag).

“Per 1 Oktober kemarin, kita sudah mendapatkan guru dan tenaga pendidik dari Kemensos,” kata Andik.

Perubahan tersebut membuat tenaga pendidik yang sebelumnya mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Jombang tidak lagi bertugas di sekolah tersebut. Kebutuhan guru kini dipenuhi melalui penugasan Kemensos, dengan tambahan guru Pendidikan Agama Islam dari Kemenag.

Di bidang layanan konsumsi, sekolah masih menggunakan jasa katering untuk memenuhi kebutuhan makanan siswa. Padahal, terdapat sembilan juru masak yang tercatat sebagai tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

“Juru masaknya masih sembilan, karena kita belum masak, masih katering,” ungkap Andik.

Selain juru masak, tenaga kependidikan di sekolah tersebut terdiri atas 44 wali asuh, 16 petugas keamanan, 16 petugas kebersihan, dan 16 wali asrama. Posisi staf tata usaha, pengelola keuangan, serta operator sekolah masing-masing diisi tiga orang.

Dari sisi sarana dan prasarana, pembangunan kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang di Desa Tunggorono telah rampung secara fisik. Namun, penyedia proyek bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) masih melakukan pemeriksaan akhir dan menyelesaikan sejumlah pekerjaan minor.

Kompleks tersebut terdiri atas 24 bangunan, meliputi gedung sekolah, ruang makan, asrama, gedung serbaguna, masjid, ruang ibadah, rumah susun, guest house, serta sejumlah fasilitas penunjang.

Sebelumnya, Bupati Jombang Warsubi menyampaikan bahwa 270 peserta didik baru telah dinyatakan lolos untuk mengikuti program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027. Para siswa tersebut berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 yang menjadi prioritas penerima manfaat program.

“Kami optimistis seluruh persiapan selesai tepat waktu sehingga kegiatan belajar dapat dimulai sesuai jadwal,” ujar Warsubi, Sabtu (4/7/2026).

Warsubi menjelaskan, setiap jenjang pendidikan memiliki tiga rombongan belajar dengan kapasitas total 90 siswa. Dengan pembagian tersebut, kuota penerimaan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dapat terpenuhi.

Kepala Dinas Sosial Jombang, Agung Hariadi, juga menyebut bahwa penerimaan siswa mencakup tiga jenjang pendidikan dengan alokasi masing-masing 90 peserta didik.

“Jombang termasuk kabupaten yang mampu memenuhi kuota siswa sesuai yang diminta dan diberikan Kemensos. Untuk jenjang SD, SMP, maupun SMA, kuotanya terpenuhi,” kata Agung.

Sekolah Rakyat sendiri merupakan program pemerintah pusat yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut menjadi salah satu program prioritas andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang akan genap memasuki dua tahun pemerintahan pada 20 Oktober 2026.

Berita Terkait