Pesantren & Pendidikan

Siswi Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri, Pemkab Jombang Lakukan Pendekatan Khusus

MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Salah seorang siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Jombang mengundurkan diri. Menurut informasi yang didapatkan, siswi tersebut mengundurkan diri karena homesick atau belum kerasan.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Jombang dan pihak Sekolah Rakyat terus berupaya melakukan pendekatan-pendekatan agar siswi tersebut kembali bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Jombang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Hari Purnomo menyampaikan telah menerima pemberitahuan mengenai satu siswi yang mengundurkan diri.

Meski begitu, pihaknya menyebut jika Pemkab tak tinggal diam. ”Kita sudah menindaklanjuti dengan melakukan pendekatan persuasif agar siswa kembali bergabung di sekolah rakyat,’’ ujarnya.

Ia menambahkan, secara sah, siswa tersebut masih siswa Sekolah Rakyat. Karena belum ada keputusan pengganti. ”Karena kan sudah di SK kan baik SK bupati maupun Kemensos. Artinya, belum bisa dikatakan sah mengundurkan diri, dan kami tetap melakukan upaya pendekatan,’’ jelasnya.

Sebagai kepanjangan Kemensos, lanjut dia, Pemkab akan terus melakukan monitoring dan pengawasan terhadap aktivitas Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Jombang.

”Kita punya kewenangan masing-masing. Untuk hal teknis memang sudah menjadi wewenang Sekolah Rakyat bersama Kemensos. Namun dalam hal pengawasan kita tetap ikut andil. Sehingga dalam hal ini, kita masih ikut melakukan upaya-upaya agar Sekolah Rakyat berjalan lancar,’’ paparnya.

Sementara itu Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Jombang, Andik Minarto saat dikonfirmasi hingga saat ini terdapat satu siswi yang mengundurkan diri dari kegiatan belajar di Sekolah Rakyat.

”Hingga saat ini ada satu siswa. Faktornya karena homesick atau belum kerasan. Tapi kami masih terus berusaha melakukan pendekatan agar dia bisa kembali bergabung,”.

Pihaknya sudah menyampaikan kondisi tersebut ke Kemensos maupun Pemkab Jombang. Sembari menunggu mekanisme dari pusat, pihaknya akan tetap melakukan upaya pendekatan baik. Bukan hanya terhadap siswi saja, melainkan akan memberikan pemahaman dan pendekatan terhadap pihak orang .

”Pendekatan pendekatan persuasif akan kita lakukan agar siswi tersebut dapat kembali bersekolah lagi di Sekolah Rakyat,’’ tambahnya.

Sampai dengan sekarang, juknis mengenai penggantian siswa yang mundur belum ada. Sehingga pihaknya masih menunggu teknis lebih lanjut. ”Untuk saat ini kami masih menunggu mekanisme penggantiannya,’’ pungkasnya.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman