Pesantren & Pendidikan

Sekolah Rakyat Jombang Tunjukkan Kemajuan Pasca Peresmian Presiden

MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 Kabupaten Jombang yang berlokasi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, menunjukkan perkembangan positif pasca peresmian nasional. Proses pembelajaran berlangsung aktif dengan dukungan fasilitas modern serta sistem pendidikan berasrama yang tertata.

Pantauan KabarJombang.com pada Kamis (15/1/2026) memperlihatkan para siswa mengikuti pembelajaran dengan antusias di ruang kelas yang telah dilengkapi perangkat teknologi penunjang. Sekolah ini merupakan bagian dari Program Sekolah Rakyat yang baru saja diresmikan secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin (12/1/2026).

Peresmian yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan tersebut menandai peluncuran 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi. Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 500 Sekolah Rakyat sampai akhir masa jabatan Presiden pada 2029.

“Hari ini kita meresmikan 166 Sekolah Rakyat, dan target kita mencapai 500 Sekolah Rakyat hingga 2029. Insya Allah tercapai,” ujar Presiden Prabowo Subianto sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Negara.

Manfaat program ini mulai dirasakan langsung oleh peserta didik di Jombang. Salah satunya Zahra Nabilkis, siswi kelas X-B asal Kecamatan Kudu. Ia mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih menyenangkan dibanding sekolah formal pada umumnya.

“Tidak hanya belajar di kelas, saya juga bisa mengikuti lomba paduan suara tingkat nasional, hadrah, menulis cerpen, dan berbagai kegiatan lainnya,” ungkap Zahra.

Sistem pendidikan berasrama dirancang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan kebersamaan siswa. Kegiatan keagamaan serta sosial menjadi agenda rutin harian yang telah terjadwal.

Zahra menambahkan, kepengurusan asrama yang dievaluasi dan diganti setiap tiga bulan memberikan kesempatan bagi seluruh siswa untuk belajar memimpin dan bertanggung jawab.

“Semua siswa punya kesempatan menjadi pengurus. Dari situ kami dilatih kepemimpinan dan tanggung jawab,” jelasnya.

Dari sisi sarana prasarana, sekolah telah dilengkapi smart board dan laptop untuk menunjang proses pembelajaran. Sementara fasilitas asrama meliputi tempat tidur, lemari, meja belajar, hingga mesin cuci.

“Kami juga diajari menggunakan laptop dan smart board. Itu pengalaman baru yang sangat menarik,” katanya.

Meski harus tinggal jauh dari keluarga, pihak sekolah tetap memberikan ruang komunikasi antara siswa dan orang tua. Jadwal libur diberikan secara berkala setiap dua bulan sekali dengan catatan kedisiplinan siswa tetap terjaga.

“Kalau semua aturan dipatuhi, kami bisa pulang saat jadwal libur,” ujar Zahra.

Selain itu, orang tua diperbolehkan berkunjung setiap hari Minggu. Bagi yang berhalangan hadir, sekolah memfasilitasi komunikasi melalui sambungan telepon yang dijadwalkan oleh wali asrama.

Guru Sekolah Rakyat, Rizky Secio Januar, menuturkan bahwa kemampuan akademik siswa sejatinya setara dengan pelajar sekolah formal lainnya. Tantangan utama di awal pembelajaran adalah adaptasi penggunaan teknologi.

“Sebagian siswa belum terbiasa menggunakan laptop, sehingga kami juga mengajarkan keterampilan dasar teknologi,” ujar guru sejarah asal Kecamatan Jogoroto tersebut.

Menurutnya, tingkat keaktifan siswa di kelas sangat tinggi. Bahkan, para siswa kerap berinisiatif menyiapkan perangkat belajar sebelum guru memasuki kelas.

“Jika pembelajaran membutuhkan laptop, mereka yang terlebih dahulu mengajukan permintaan,” katanya.

Penggunaan laptop pun dibatasi hanya pada jam pelajaran sesuai kebutuhan mata pelajaran, kemudian dikumpulkan kembali setelah pembelajaran selesai.

Sementara itu, Kepala Sekolah SRT 8 Jombang, Andik Minarto, menyampaikan bahwa kualitas pembelajaran terus meningkat seiring dengan kelengkapan sarana dan prasarana.

“Motivasi belajar siswa semakin tinggi karena mereka belajar dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses penerimaan peserta didik sepenuhnya menjadi kewenangan Dinas Sosial Kabupaten Jombang melalui seleksi keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Saat ini, SRT 8 Jombang didukung oleh 18 guru mata pelajaran, satu guru Pendidikan Agama Islam, 10 wali asuh, serta tenaga pendukung lainnya seperti wali asrama, petugas kebersihan, keamanan, dan juru masak.

Prestasi siswa pun mulai bermunculan. Dalam Festival Anak Bangsa di Kota Batu yang diikuti Sekolah Rakyat se-Indonesia, siswa asal Jombang berhasil meraih juara dua lomba kaligrafi serta juara harapan pada kategori paduan suara dan solo vokal putri.

“Anak-anak di sini luar biasa. Meski berasal dari keluarga kurang mampu, potensi dan prestasinya sangat membanggakan,” pungkas Andik.

Sebagai informasi, Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang mulai berjalan sejak Senin (14/7/2025). Sebanyak 100 siswa jenjang SMP dan SMA telah menempati asrama di SKB Mojoagung sebagai angkatan pertama.

Leave a Comment