Khitan massal gratis yang diselenggarakan Pondok Pesantren Gadingmangu, Perak, Jombang. (Kevin Nizar).
PERAK, KabarJombang.com-Masa libur sekolah dimanfaatkan puluhan anak mengikuti program khitan massal gratis yang diselenggarakan Pondok Pesantren Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Rabu (24/6/2026).
Berbagai ekspresi terpancar dari wajah puluhan anak yang mengikuti program khitan gratis. Ada yang memberanikan diri dengan wajah tenang, namun tidak sedikit pula yang menjerit tangis ketakutan saat akan memasuki ruang tindakan.
Para orang tua dan pendamping pun terlihat sigap membujuk rayu anak-anak tersebut agar mau disunat, salah satunya dengan meminjamkan ponsel sebagai sarana bermain untuk mengalihkan rasa takut mereka.
Kegiatan ini dihadiri dan diapresiasi Wakil Bupati Jombang, M. Salmanudin Yazid. Dalam pernyataannya, Gus Salman, sapaan akrabnya mengungkapkan apresiasinya terhadap pihak pesantren yang telah menyelenggarakan kegiatan sosial ini.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Jombang sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Pondok Pesantren Gadingmangu untuk kegiatan khitan massal ini,” ujar Gus Salman.
Ia berharap anak-anak yang telah menjalani khitan segera pulih dan kelak dapat menjadi generasi bangsa yang senantiasa membawa manfaat bagi nusa, bangsa, dan agama.
Sebanyak 70 peserta dari lingkungan pondok maupun warga sekitar tampak antusias mengikuti kegiatan sosial yang berlangsung di aula pesantren tersebut.
Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian pesantren terhadap masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan layanan khitan tanpa biaya.
Humas Ponpes Gadingmangu, Rudi Hariyanto, mengatakan kegiatan khitan massal tersebut merupakan agenda sosial yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun oleh pihak pesantren.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat sekitar,” ujar Rudi saat diwawancarai.
Menurutnya, pelaksanaan khitan massal saat musim liburan sekolah dinilai sangat tepat karena peserta memiliki waktu yang cukup untuk menjalani masa pemulihan tanpa mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.
“Karena sedang libur sekolah, anak-anak bisa fokus beristirahat setelah dikhitan tanpa khawatir meninggalkan pelajaran,” katanya.
Lebih lanjut, Rudi menyebutkan bahwa program khitan gratis ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mempererat hubungan antara pesantren dan warga sekitar.
Pihak pesantren juga berharap manfaat kegiatan tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Namun demikian, keterbatasan yang ada membuat jumlah peserta masih belum dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan layanan serupa.
“Kami berharap kegiatan ini bisa membantu masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata, khususnya bagi warga Desa Gadingmangu dan sekitarnya,” pungkas Rudi.
Kegiatan berlangsung lancar dengan dukungan panitia dan tenaga medis yang mendampingi seluruh peserta selama proses khitan.
Selain mendapatkan layanan khitan gratis, para peserta juga memperoleh pendampingan pasca tindakan untuk memastikan kondisi mereka tetap terpantau dengan baik.
Salah satu peserta khitan, Muhammad Aditya, mengaku tidak merasa takut menjalani proses ini.
“Nggak sakit, cuma kaget saja,” ungkap Aditia, siswa kelas 5 sekolah dasar.
Aditia merasa senang karena selain mendapatkan layanan khitan, ia juga memperoleh hadiah berupa uang, baju, songkok dan sarung.
Leave a Comment