Petugas saat mendatangi calon murid baru Sekolah Rayat di Jombang. (Istimewa)
JOMBANG, KabarJombang.com — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang tancap gas melakukan pendataan intensif guna memenuhi target 270 siswa untuk program Sekolah Rakyat (SR) tahun ajaran 2026/2027.
Saat ini, petugas tengah menyisir puluhan ribu data calon peserta didik yang masuk dalam kategori miskin ekstrem (desil 1) dan rentan miskin (desil 2).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang Agung Hariadi mengatakan proses penjangkauan siswa masih berlangsung hingga saat ini.
“Masih proses penjangkauan siswa SR,” ujarnya melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Dheny, Senin (11/5/2026).
Pada tahun ajaran baru mendatang, Dinsos menargetkan sebanyak 270 siswa dapat mengikuti program Sekolah Rakyat. Saat ini, pihaknya mulai melakukan penyisiran data berdasarkan BNBA (By Name By Address) yang diterima dari pemerintah pusat.
“Sudah ada BNBA dari pusat, itu kami sisir dahulu sebanyak 58.635 data,” katanya.
Untuk memastikan program tepat sasaran, Dinsos Jombang juga menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) dalam proses verifikasi dan validasi data calon peserta didik.
Selain melakukan penjangkauan, Dinsos juga mulai melengkapi berbagai dokumen pendukung yang menjadi persyaratan pendaftaran. Seluruh data nantinya akan diunggah ke aplikasi milik Kementerian Sosial.
“Dokumen pendukungnya memang cukup banyak, seperti foto rumah, profil anak, surat keterangan dari desa dan lainnya,” jelas Dheny.
Ia menambahkan, dokumentasi kondisi rumah calon siswa menjadi salah satu syarat wajib dalam proses pengajuan data ke kementerian.
“Memang wajib ada foto kondisi rumah. Semua nanti dimasukkan ke aplikasi kementerian,” ungkapnya.
Dinsos menargetkan proses penjangkauan berlangsung selama Mei hingga Juni 2026 dengan prioritas utama masyarakat kategori desil 1 dan desil 2.
“Target penjangkauan bulan Mei, Juni. Prioritas desil 1 dan desil 2,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang, Andik Minarto, menyatakan pihaknya siap apabila terdapat penambahan jumlah siswa pada tahun ajaran baru.
“Kami siap dari sisi pembelajaran maupun pengelolaan asrama untuk semua jenjang,” katanya.
Meski demikian, Andik mengakui fasilitas yang saat ini digunakan masih terbatas. Sekolah Rakyat sementara menempati gedung SKB Mojoagung di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang dengan kapasitas sekitar 100 siswa.
“Fasilitas yang ada sekarang hanya mampu menampung sekitar 100 siswa. Jika ada penambahan hingga 300 siswa, tentu diperlukan penambahan sarana dan prasarana,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses penjangkauan siswa baru tetap berjalan sesuai instruksi pemerintah sambil menunggu perkembangan pembangunan gedung baru Sekolah Rakyat.
“Untuk penjangkauan siswa baru 2026/2027 tetap dilaksanakan sesuai instruksi. Mengenai pengelolaannya apakah proses pembangunan rampung atau belum, nantinya akan ada koordinasi lebih lanjut,” tandasnya.
Diketahui, gedung baru Sekolah Rakyat Jombang saat ini mulai dibangun di kawasan eks Terminal Barang, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. Berdasarkan papan proyek di lokasi, pembangunan tersebut merupakan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dikerjakan PT Waskita Karya.
Nilai kontrak proyek tercatat sebesar Rp1,165 triliun untuk pembangunan Sekolah Rakyat di lima daerah, yakni Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Tuban.
Leave a Comment