Pesantren & Pendidikan

Pencegahan Narkoba hingga Bullying Warnai MPLS di Budi Utomo Jombang

JOMBANG, KabarJombang.com – Siswa Baru Yayasan Pendidikan Budi Utomo Jombang dibekali wawasan antinarkoba hingga pencegahan bullying dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Terpadu. Langkah ini diambil sebagai upaya sekolah membentuk karakter siswa yang kuat sejak awal memasuki jenjang pendidikan.

​Kegiatan yang dipusatkan di Aula Masjid Budi Luhur, Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, ini diikuti oleh sekitar 1.600 peserta didik baru dari jenjang SMP, SMA, dan SMK. Rinciannya, 300 siswa SMP kelas VII, 600 siswa SMA kelas X, dan 700 siswa SMK kelas X. Dengan tambahan ini, total siswa di lingkungan Yayasan Pendidikan Budi Utomo pada tahun 2026 telah mencapai sekitar 6.200 orang.

Pelaksanaan MPLS sendiri dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 13 hingga 18 Juli 2026.

​Humas Yayasan Pendidikan Budi Utomo, Totok Raharjo, menegaskan bahwa MPLS tahun ini tidak sekadar menjadi ajang pengenalan fisik lingkungan sekolah. Pihaknya berkolaborasi dengan sejumlah instansi untuk memberikan pendidikan karakter yang komprehensif.

​”Alhamdulillah, hari ini kami dapat menghadirkan pemateri dari BNN Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya juga ada materi dari Korem Mojokerto dan Kejaksaan Negeri Jombang,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

​Totok menjelaskan, setiap instansi yang diundang memberikan materi spesifik sesuai kompetensinya. BNN Provinsi Jawa Timur fokus pada edukasi bahaya narkoba, Korem Mojokerto memberikan materi bela negara dan wawasan kebangsaan, sementara Kejaksaan Negeri Jombang mengupas tuntas pencegahan perundungan (bullying), baik dari sisi hukum maupun dampak psikologisnya.

​”Harapan kami, anak-anak tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, memiliki rasa cinta tanah air, serta memahami dampak bullying sehingga di lingkungan Budi Utomo tidak ada lagi perundungan,” tambahnya.

​Antusiasme siswa terhadap materi yang disampaikan pun mendapat apresiasi dari pihak BNN. Penelaah Teknis Kebijakan BNN Provinsi Jawa Timur, Suyud P. Sunoto, memuji langkah proaktif sekolah dalam memberikan edukasi sejak dini.

​”Kami sangat mengapresiasi karena kegiatan ini sangat penting, terutama bagi remaja sebagai generasi penerus bangsa menuju Generasi Emas 2045, agar mereka bebas dan bersih dari penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

​Suyud juga menyoroti tingginya interaksi siswa saat sesi diskusi berlangsung. “Respon mereka sungguh luar biasa. Saat kami menjelaskan tentang narkotika dan memberikan pertanyaan, banyak yang ingin menjawab. Karena keterbatasan waktu, kami hanya bisa memberikan kesempatan kepada tiga peserta. Antusiasme mereka sangat kami apresiasi,” pungkasnya.

​Selain menghadirkan narasumber kredibel, Yayasan Pendidikan Budi Utomo juga memberikan akses bagi orang tua untuk memantau langsung kegiatan melalui fasilitas Zoom Meeting, sehingga wali murid dapat menyaksikan seluruh rangkaian materi MPLS secara daring dari rumah.

Leave a Comment