Pesantren & Pendidikan

Peduli Lingkungan, Ratusan Siswa SD di Ploso Jombang Belajar Proses Pengomposan

PLOSO, KabarJombang.com – Sebanyak 120 siswa SDN Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, mengikuti kegiatan edukasi lingkungan bertajuk CJI Goes to School yang diselenggarakan PT CJI. Program ini mengusung pembelajaran tentang proses pengomposan sebagai upaya mengenalkan pengelolaan sampah organik kepada anak sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan kompos menggunakan sampah organik. Melalui metode belajar yang interaktif, mereka dikenalkan pada tahapan mengolah limbah organik menjadi pupuk yang bermanfaat.

Kepala SDN Losari, Ustad Natsir, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi yang diberikan memberikan pengalaman baru sekaligus menambah wawasan siswa mengenai pengelolaan lingkungan.

“Kami mengapresiasi PT CJI yang telah memberikan pembelajaran tentang lingkungan kepada peserta didik. Pengetahuan seperti ini sangat bermanfaat dan kami berharap dapat menjadi kebiasaan positif yang diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya Selasa (21/7/2026) .

Tim Environment PT CJI, Wahyu, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah sesuai jenisnya dan memanfaatkan sampah organik melalui proses pengomposan.

Menurut Wahyu, pemahaman tersebut penting ditanamkan sejak dini agar anak-anak terbiasa menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah sesi teori, para siswa mempelajari setiap tahapan pengomposan, mulai dari menyiapkan bahan organik, proses pencampuran, hingga cara merawat kompos agar menghasilkan pupuk yang berkualitas.

Sementara itu, Department Head GA Safety PT CJI, Rudhik Siswanto, mengatakan program CJI Goes to School merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung pendidikan lingkungan di kalangan pelajar.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa sampah organik tidak selalu menjadi limbah. Jika dikelola dengan benar, sampah tersebut dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA,” kata Rudhik.

Selain memahami teknik pembuatan kompos, peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai manfaat pengomposan, di antaranya mengurangi timbunan sampah organik, meningkatkan kesuburan tanah, dan menghasilkan pupuk alami yang lebih ramah lingkungan.

Pihaknya berharap program edukasi ini mampu menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah. Perusahaan juga berencana melanjutkan kegiatan serupa ke berbagai sekolah lain agar semakin banyak pelajar yang memahami pentingnya pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar