Pesantren & Pendidikan

Liburan Kreatif Anak Jombang, Kardus Bekas Disulap Jadi Media Seni dan Bermain

JOMBANG, KabarJombang.com – Liburan sekolah tak melulu soal gawai atau berdiam diri di rumah. Selama dua hari, 27–28 Desember 2025, ratusan anak di Kabupaten Jombang mengisi waktu liburan mereka dengan cara berbeda melalui Festival Hari Libur 2025: Kardus Suka-Suka yang digelar di Aula Terbuka Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang.

Festival yang diinisiasi oleh Rumah Merdeka (Rudeka) Indonesia yang ingin menghadirkan ruang bermain dan belajar yang ramah anak, dengan konsep utama memanfaatkan kardus bekas sebagai media seni, permainan, dan edukasi.

Ketua Panitia Festival Hari Libur, Muhammad Ismail Ali Mashudi, menjelaskan bahwa acara ini terinspirasi dari kegiatan seni anak di Yogyakarta. Melalui festival ini, pihaknya ingin menghadirkan semangat serupa di Jombang.

“Kami mencoba membuat Kabupaten Jombang menjadi kota seni kedua. Lewat festival ini, anak-anak bisa menikmati liburan sambil berinteraksi dengan seni yang ramah dan aman bagi mereka,” ujar Ismail.

Sesuai tajuk Kardus Suka-Suka, seluruh rangkaian festival nyaris tak lepas dari bahan kardus. Panitia mengumpulkan sekitar 500 kardus bekas dari berbagai donasi yang kemudian diolah menjadi properti pertunjukan, instalasi seni, hingga mainan anak.

Menurut Ismail, pemilihan kardus bukan tanpa alasan. Selain mudah ditemukan, kardus seringkali berakhir menjadi sampah yang menumpuk, bahkan mencemari lingkungan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa barang bekas seperti kardus bisa punya nilai baru. Bisa jadi mainan, karya seni, dan media belajar yang menyenangkan untuk anak-anak,” jelasnya.

Festival ini diikuti oleh sekitar 150 anak selama dua hari pelaksanaan. Beragam kegiatan disuguhkan, mulai dari teater boneka, dongeng musikal, marionette Indonesia, musik anak, hingga pertunjukan kolaborasi seni yang dirancang khusus untuk anak-anak.

Tak hanya menonton, anak-anak juga diajak aktif dalam berbagai workshop kreatif, seperti membuat topeng, mainan tangan, hingga kreasi “dancing caterpillar” dari kardus.

“Biasanya anak pegang gunting langsung dimarahi. Di sini justru kita dampingi agar mereka bisa berkreasi dengan aman dan merasakan bahwa membuat karya itu seru,” tambah Ismail.

Selain itu, festival juga menghadirkan pameran interaktif, instalasi eksplorasi kardus, booth craft, serta edukasi untuk anak-anak.

Melalui Festival Hari Libur, panitia berharap kegiatan seni berbasis edukasi ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak di Jombang.

“Kami mencoba membuat pendidikan anak lewat seni. Harapannya ke depan, lebih banyak anak yang bisa dirangkul dan merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan,” tutup Ismail.

Menurutnya, Festival Hari Libur 2025 menjadi bukti bahwa liburan sekolah bisa diisi dengan kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendidik, ramah lingkungan, dan menumbuhkan kreativitas anak sejak dini.

Antusiasme peserta tampak dari wajah-wajah ceria anak-anak yang hadir. Salah satunya Muhammad Zafran Al-Ghifari (7), siswa kelas 1 SD, yang mengaku senang mengikuti festival ini.

“Buat kardus jadi mainan tangan,” ujarnya polos. Saat ditanya pertunjukan apa yang ia suka, Zafran menjawab singkat, “Lihat nenek-nenek bikin kue.”

Ia mengaku malas dan bosan di rumah terus“Bosan dan malas dirumah terus,” katanya sambil tersenyum.

Setelah mengikuti rangkaian acara, Zafran pun mengaku senang. “Enak, dan saya suka,” ungkapnya.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar