Pesantren & Pendidikan

Kebutuhan Dasar Sekolah Rakyat di Jombang Belum Sepenuhnya Terpenuhi, Pemkab Masih Menunggu Keputusan Pusat

JOMBANG, KabarJombang.com – Pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) di Jombang yang resmi dibuka pada 14 Juli 2025 masih menghadapi sejumlah kendala operasional. Hingga memasuki pekan ketiga, fasilitas vital seperti petugas keamanan, tenaga kebersihan, serta dapur mandiri belum tersedia secara permanen. Pemerintah daerah menyatakan masih menunggu arahan dan penempatan tenaga dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, menjelaskan bahwa konsumsi bagi 100 siswa yang diasramakan masih ditangani oleh penyedia katering karena peralatan dapur belum tersedia.

“Kami belum bisa mengoperasikan dapur mandiri karena perlengkapan masak masih dalam proses pengadaan. Untuk sementara, konsumsi ditangani oleh katering hingga 31 Juli,” ujarnya.

Saat ini, satu orang dari unsur Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) telah ditugaskan secara sementara sebagai juru masak. Namun, keterbatasan alat dapur membuat sistem penyediaan makanan belum berjalan optimal. Petugas sementara tersebut merupakan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dari Kemensos.

Terkait tenaga keamanan dan kebersihan, Hari menambahkan bahwa proses rekrutmen masih berada di bawah kewenangan penuh pemerintah pusat.

“Penempatan personel menjadi kewenangan Kemensos. Pemerintah daerah hanya menunggu keputusan resmi dari pusat,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan bahwa alokasi tenaga pendukung, seperti juru masak dan staf kebersihan, akan menyesuaikan dengan jumlah siswa dan kebutuhan masing-masing wilayah. Pemerintah daerah menargetkan seluruh kekurangan SDM dan fasilitas dapat terpenuhi secara bertahap mulai Agustus 2025.

Kondisi tersebut turut diakui oleh Kepala Sekolah Rakyat Jombang, Andik Minarto. Ia menyatakan bahwa sejak hari pertama kegiatan belajar mengajar, skema konsumsi bagi siswa jenjang SMP dan SMA masih bergantung sepenuhnya pada katering. “Memang belum ada dapur mandiri. Kami masih mengandalkan jasa katering,” katanya.

Sekolah Rakyat Jombang yang menempati gedung bekas Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung merupakan bagian dari inisiatif Kemensos untuk memberikan akses pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Meskipun pelaksanaannya belum ideal, pemerintah daerah berharap program ini dapat terus berkembang dan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan generasi muda di Kabupaten Jombang.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman