Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan beasiswa afirmasi dan prestasi di SMKN 3 Jombang. (Kevin Nizar).
JOMBANG, KabarJombang.com-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mencegah anak putus sekolah melalui program Beasiswa Afirmasi.
Hal itu disampaikan Khofifah saat menghadiri kegiatan di SMKN 3 Jombang.
Khofifah mengatakan, program Beasiswa Afirmasi diberikan sebagai bentuk dukungan kepada para pelajar, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di luar biaya sekolah.
Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 50 ribu siswa SLB, SMA, dan SMK di Jawa Timur yang mendapatkan dukungan melalui program tersebut. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp1 juta.
“Harapannya tidak ada anak-anak yang kemudian berhenti sekolah di tengah jalan. Pada dasarnya memang SPP sudah gratis, tapi kan ada kebutuhan transport, ada kebutuhan sepatu, ada kebutuhan buku,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memastikan para siswa tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga selesai.
Khofifah menyebut pemberian Beasiswa Afirmasi dilakukan di berbagai daerah di Jawa Timur. Dalam kunjungannya kali ini, Kabupaten Jombang menjadi salah satu daerah yang menjadi sasaran penyaluran sekaligus apresiasi terhadap siswa berprestasi.
Selain memberikan perhatian terhadap akses pendidikan, Khofifah juga memberikan apresiasi kepada para siswa yang telah mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menyoroti prestasi siswa di bidang robotik yang berhasil meraih medali emas dalam olimpiade internasional.
“Kalau yang robotik tadi itu gold medali internasional olimpiade. Kita bisa bayangkan bahwa anak-anak ini memiliki kecerdasan, keterampilan, dan skill yang luar biasa,” kata Khofifah.
Menurutnya, prestasi tersebut dapat menjadi modal penting bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.
Khofifah meminta para guru turut mengawal siswa berprestasi agar kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Ini sebetulnya menjadi pintu pembuka untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri jalur prestasi. Jadi ini yang harus dikawal oleh para guru-guru supaya mereka nanti betul-betul bisa masuk pada perguruan tinggi yang diharapkan, yang bisa menjadi pembuka pintu tercapainya cita-cita mereka,” tuturnya.
Ia menambahkan, siswa yang berhasil meraih medali emas di tingkat nasional maupun internasional memiliki peluang untuk memperoleh beasiswa melalui jalur prestasi.
“Anak-anak yang dapat gold medal nasional itu sudah punya peluang untuk mendapatkan beasiswa jalur prestasi, apalagi yang internasional,” imbuhnya.
Suasana kegiatan di SMKN 3 Jombang juga berlangsung khidmat karena bertepatan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Di tengah sambutannya, Khofifah mengajak para tamu undangan dan peserta untuk bersama-sama bersholawat.
Ajakan tersebut disambut para peserta. Ketika lantunan Mahalul Qiyam dikumandangkan, para tamu undangan dan peserta berdiri bersama dalam suasana penuh khidmat.
Momen tersebut menambah nuansa religius dalam kegiatan yang sekaligus menjadi ajang penguatan komitmen terhadap akses pendidikan dan apresiasi bagi generasi muda berprestasi di Jawa Timur.
Melalui program Beasiswa Afirmasi dan dukungan terhadap siswa berprestasi. Pemprov Jatim berharap semakin banyak anak Jawa Timur yang dapat menyelesaikan pendidikan sekaligus memiliki kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan meraih cita-cita.
Leave a Comment