Ilustrasi AI
JOMBANG, KabarJombang.com – Proyek megah revitalisasi sekolah yang digelontorkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di Kabupaten Jombang mendadak diwarnai isu tak sedap. Di tengah kucuran dana pusat senilai puluhan miliar rupiah, muncul dugaan permintaan ‘jatah’ yang konon menyasar para kepala sekolah penerima program, Minggu (1/11/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan pungutan tersebut mencuat saat proses pengunggahan dokumen revitalisasi berlangsung. Oknum di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang diduga menelepon sejumlah kepala sekolah dan meminta mahar hingga puluhan juta rupiah per satuan pendidikan.
Jika dikalkulasikan secara keseluruhan, potensi aliran dana gelap dari 128 sekolah penerima, dengan total anggaran pusat mencapai Rp77,4 miliar yang dijalankan secara swakelola, diperkirakan bisa menembus angka lebih dari Rp3 miliar.
Jumlah ini dihitung berdasarkan besaran dugaan uang yang harus disetor yang dikabarkan menyentuh angka antara Rp20-25 juta setiap sekolah, jika dikalikan total lembaga penerima program.
“Ini yang sedang proses upload dokumen revit, cuma sampun di tilpuni KS nya,” kata sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada KabarJombang.com, beberapa waktu lalu.
Fakta di Lapangan dan Klarifikasi Pihak Sekolah
Pantauan di beberapa lokasi pada Selasa (27/10/2026) menunjukkan bahwa pekerjaan fisik di lapangan belum dimulai, sementara pihak sekolah masih sibuk mengikuti koordinasi daring melalui Zoom Meeting.
Wartawan mencoba melakukan klarifikasi ke beberapa sekolah penerima revit dan mendapat bantahan tegas untuk menanggapi isu miring tersebut. Salah satunya Kepala SDN Bandarkedungmulyo 1, Rahayu, yang memastikan kabar tersebut tidak berdasar.
“Tidak benar,” jawabnya singkat.
Senada dengan Rahayu, Kepala SDN Banjarsari, Purnomo, juga menepis adanya intervensi finansial dari pihak dinas. Ia bahkan mengaku mendapat instruksi khusus untuk waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan instansi terkait.
“Tidak ada yang meminta. Alhamdulillah, justru dinas meminta kami, jika ada yang mengatasnamakan dinas, saya disuruh segera menghubungi dinas,” ungkap Purnomo saat dikomfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (30/10/2026).
Penegasan serupa disampaikan Kepala SDN Brangkal 1, Mahmud. Ia memastikan tidak ada sepeser pun uang yang diminta terkait kelancaran program revitalisasi ini. “Tidak benar. Tidak ada permintaan dana revit,” ujarnya.
Rincian Program Revitalisasi di Jombang (2026)
Sasaran jenjang sekolah penerima revit terdiri dari tingkat PAUD/TK, SD, hingga SMP di wilayah Kabupaten Jombang. Total sekolah penerima sebanyak 128 lembaga, khusus untuk program pusat. Total anggarannya mencapai Rp77,4 miliar yang dikerjakan dengan sistem swakelola.
Selain dari APBN, sebanyak 30 sekolah juga mendapatkan rehabilitasi tambahan dari APBD Kabupaten Jombang dengan total anggaran sebesar Rp4,2 miliar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, hingga berita ini diturunkan belum memberikan respons resmi saat dikonfirmasi awak media terkait pusaran isu dugaan pungutan liar tersebut. (Kevin/ red)
Leave a Comment