Pesantren & Pendidikan

Dinsos Pastikan Seleksi Siswa Sekolah Rakyat Jombang Berdasarkan Data Desil 1 dan 2, Seluruhnya Lulusan Tahun 2025

JOMBANG, KabarJombang.com – Sebanyak 100 siswa telah resmi diterima sebagai peserta didik angkatan pertama Sekolah Rakyat Jombang untuk tahun ajaran 2025/2026. Seluruh siswa tersebut merupakan lulusan baru (fresh graduate) dari jenjang pendidikan sebelumnya dan telah melewati proses seleksi ketat berbasis data kesejahteraan sosial.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, menyampaikan bahwa proses penjaringan dilakukan secara sistematis dengan pendekatan berbasis data serta verifikasi lapangan.

“Kami memprioritaskan calon siswa dari kelompok desil 1 dan 2, yaitu masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Proses seleksi melibatkan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah bekerja sesuai arahan dan ketentuan dari Kementerian Sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hari menjelaskan bahwa validasi data turut melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai bentuk pengawasan tambahan untuk memastikan ketepatan sasaran.

“Setelah proses seleksi mengerucut menjadi 100 siswa, BPS melakukan pengecekan langsung di lapangan. Insyaallah, data yang digunakan dan proses seleksi yang berlangsung di Jombang sudah sesuai baik secara administratif maupun faktual,” ungkap Hari Purnomo.

Sekolah Rakyat merupakan program afirmasi dari pemerintah pusat yang bertujuan memberikan akses pendidikan dan pengasuhan layak dalam format pendidikan berasrama (boarding school) kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari konsumsi, perlengkapan belajar, hingga tempat tinggal, ditanggung penuh oleh Kementerian Sosial.

Sementara itu, para siswa Sekolah Rakyat masih menggunakan seragam sekolah asal mereka, karena seragam resmi dari Sekolah Rakyat masih dalam proses pengadaan.

“Ini hanya persoalan teknis, bukan kendala berarti. Yang penting semangat belajar anak-anak tidak surut,” tutur Hari.

Dalam aspek kesehatan, seluruh siswa telah menjalani pemeriksaan medis pada awal masa orientasi. Apabila terdapat siswa dengan kondisi kesehatan tertentu, pihak sekolah tetap akan memberikan perawatan yang diperlukan tanpa menghilangkan hak mereka untuk memperoleh pendidikan.

“Kondisi sakit tidak serta merta menggugurkan hak anak untuk belajar. Kami akan memberikan penanganan medis yang sesuai serta memastikan mereka tetap menjadi bagian dari Sekolah Rakyat,” tegasnya.

Total 100 siswa, 50 lulusan SD yang kini melanjutkan ke jenjang SMP, dan 50 lainnya lulusan SMP yang diterima di jenjang SMA. Keseluruhannya merupakan lulusan tahun 2025, sesuai ketentuan dari Kementerian Sosial bahwa program ini diperuntukkan khusus bagi lulusan tahun berjalan.

Dengan seleksi berbasis data, dukungan penuh fasilitas berasrama, serta pendekatan pengembangan karakter dan sosial, Sekolah Rakyat Jombang diharapkan menjadi wadah transformatif bagi generasi muda dari keluarga prasejahtera menuju kehidupan yang lebih baik.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman