Berjalan 3 Minggu, Satu Siswa dan Guru Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang Mengundurkan Diri
MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Baru berjalan 3 Minggu, Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Jombang terdapat satu siswa dan satu guru Sekolah Rakyat di SKB Mojoagung dilaporkan mengundurkan diri. Saat ini, baik Pemkab Jombang maupun sekolah melakukan upaya pendekatan persuasif agar kembali bergabung.
Kepala Sekolah Rakyat Jombang, Andik Minarto saat dikonfirmasi tak menampik hal tersebut. Ia menyampaikan, hingga saat ini terdapat satu siswa yang mengundurkan diri dari kegiatan belajar di Sekolah Rakyat.
Meski demikian, pihak sekolah masih terus melakukan pendekatan agar siswa tersebut bisa kembali bersekolah.
”Hingga saat ini ada satu siswa. Faktornya karena homesick atau belum kerasan. Tapi kami masih terus berusaha melakukan pendekatan agar dia bisa kembali bergabung,” jelas Andik.
Ia membenarkan terdapat satu guru Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Jombang yang mengundurkan diri. Posisi guru yang mengundurkan diri adalah guru agama Islam.
Guru tersebut diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) di bawah naungan Kementerian Agama.
“Kami belum tahu pasti alasannya karena yang bersangkutan langsung mengundurkan diri. Beliau PNS dari Kemenag, jadi kemungkinan akan kembali ke sekolah asalnya,” ujarnya.
Sementara itu, sejak kegiatan dimulai pada 14 Juli lalu, para siswa masih mengikuti tahap awal berupa matrikulasi dan pengenalan lingkungan sekolah. Proses ini dirancang untuk membantu siswa lebih memahami sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat dan membangun kenyamanan dalam belajar.
”Ya, saat ini masih matrikulasi dan pengenalan lingkungan,’’ jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinsos Jombang Hari Purnomo menyampaikan telah menerima pemberitahuan mengenai satu siswa yang mengundurkan diri. Meski begitu, pihaknya menyebut jika pemkab tak tinggal diam.
”Kita sudah menindaklanjuti dengan melakukan pendekatan persuasif agar siswa kembali bergabung di sekolah rakyat,’’ Pungkasnya.
Leave a Comment