Pesantren & Pendidikan

Belajar Empati Tanpa Stigma, Siswa SMA Jombang Berbagi Cerita dengan ODGJ

JOGOROTO, KabarJombang.com – Bakti sosial tidak selalu tentang memberikan bantuan. Bagi OSIS dan MPK SMAN 2 Jombang, kegiatan Bakti Sosial SMADA 2026 menjadi ruang belajar tentang empati, penerimaan, dan pentingnya membangun hubungan antarmanusia tanpa stigma.

Pada Senin (8/6/2026), puluhan siswa yang tergabung dalam organisasi yang dikenal dengan sebutan Pacinko bersama guru pendamping mengunjungi Yayasan Penuh Warna Griya Cinta Kasih Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Di tempat tersebut, mereka berinteraksi langsung dengan para penghuni yayasan yang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Berbeda dengan kegiatan sosial yang umumnya berfokus pada pemberian bantuan, program ini dirancang untuk menciptakan ruang kebersamaan melalui berbagai aktivitas partisipatif. Mulai dari senam bersama, sesi berbagi cerita, penampilan bakat, hingga kegiatan kreatif dan edukatif yang melibatkan seluruh peserta.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah Temu Rasa Sosial (Teras), sebuah sesi yang memberi kesempatan kepada penghuni yayasan untuk menceritakan pengalaman hidup mereka. Beberapa di antaranya juga menunjukkan kemampuan bernyanyi dan keterampilan lain yang dimiliki.

Interaksi tersebut menjadi pengalaman baru bagi para siswa. Banyak dari mereka mengaku mendapatkan sudut pandang berbeda tentang kesehatan mental dan kehidupan para penyintas gangguan kejiwaan.

“Kami datang dengan niat berbagi kebahagiaan, tetapi justru pulang membawa banyak pelajaran hidup. Teman-teman di Griya Cinta Kasih mengajarkan kami tentang ketulusan, semangat hidup, dan keberanian untuk tetap berkarya. Mereka sangat terbuka dan menerima kehadiran kami dengan hangat,” ujar Faiz Dwi Febrian, siswa SMAN 2 Jombang.

Selain membangun kedekatan emosional, para siswa juga mengajak penghuni yayasan mengikuti kegiatan Aksi Kreatif Peduli Lingkungan (Akrilik) melalui penanaman pakcoy menggunakan sistem aquaponik yang terintegrasi dengan budidaya ikan lele. Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi yayasan di masa mendatang.

Kegiatan kemudian ditutup dengan melukis cangkir yang akan digunakan sebagai kenang-kenangan. Namun bagi para peserta, nilai terbesar dari kegiatan tersebut bukanlah hasil karya yang dibawa pulang, melainkan pengalaman berinteraksi secara langsung dengan kelompok yang selama ini kerap mendapat stigma di masyarakat.

Faiz menilai bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda bahwa ODGJ bukan sekadar label, melainkan individu yang juga memiliki cerita, kemampuan, dan hak untuk diterima di lingkungan sosial.

“Kami berharap masyarakat dapat melihat mereka dengan perspektif yang lebih manusiawi. Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa kepedulian bukan hanya soal memberi, tetapi juga tentang mendengar, memahami, dan hadir untuk sesama,” tuturnya.

Melalui Bakti Sosial SMADA 2026, OSIS dan MPK SMAN 2 Jombang berupaya menghadirkan kegiatan sosial yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu membangun kesadaran sosial dan mengikis stigma terhadap kelompok rentan di masyarakat.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar