KRI Nanggala 402 Hilang Kontak, Keluarga ABK Asal Jombang Belum Dapat Kabar

Keluarga Denny Richi Sambudi, salah satu ABK kapal selam KRI Nanggala-402 asal Jombang, saat ditemui di rumahnya. (Anggraini),
  • Whatsapp

KESAMBEN, KabarJombang.com- Meski hilangnya kontak kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan Bali sejak Rabu (21/4/2021) lalu. Namun, keluarga dari salah satu anak buah kapal (ABK) asal Jombang ini, hingga kini belum mendapat kabar.

Salah satu ABK Nanggala 402 ini adalah Denny Richi Sambudi (28), asal Dusun Jatiduwur, Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Kepada KabarJombang.com, pihak keluarga hingga kini belum mendapat kabar.

Baca Juga

ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri PUPR
ucapan idul fitri Bappeda Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
iklan bank jombang kredit
ucapan idul fitri BPKAD jombang
ucapan idul fitri BKDPP jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
ucapan idul fitri Disdik jombang
ucapan idul fitri dishub jombang
ucapan idul fitri PKB
ucapan idul fitri kemenag jombang
ucapan idul fitri satpol pp jombang

“Sampai saat ini belum ketemu dan belum ada kabar, masih dicari sampai hari ini. Jadi, untuk bisa tahu kabarnya ya dari TV. Karena pihak sana juga tidak ada yang menghubungi ke kami,” kata Ayah Denny, Marsan saat ditemui di rumah, Sabtu (24/4/2021).

Denny yang menjabat sebagai KLS Navigasi Operator Sonar 3 ini merupakan anak pertama dari Marsan. Sebelum peristiwa hilangnya kontak KRI Nanggala 402 KRI, Marsan sempat dipamiti anaknya berlayar saat masih berada di Surabaya untuk latihan menyelam.

“Waktu anak saya pamit itu ya saya pesan hati-hati, karena apapun itu kita hanya bisa pasrah dengan kehendak Tuhan. Terus jangan lupa membaca kalimat-kalimat thayyibah. Karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi. Entah kecelakaan (mesin mati atau yang lainnya) di dalam air,” ungkap Marsan sendu.

Marsan juga mengatakan, jika putra sulungnya tersebut disetiap minggunya pulang. Dan Denny berpamit kepada orangtuanya tersebut saat sebelum Megengan atau puasa.

“Semoga kapalnya segera ditemukan dan ada keajaiban kapalnya bisa pulang dengan selamat. Semua 53 awak itu bisa selamat semua. Dan kabar saya berkomunikasi itu kemarin waktu hari Minggu setelah itu tidak ada kabar sampai sekarang,” tambah adik kandung Denny, Adelia.

Begitupun dengan sang istri Denny, yang saat ini tengah mengandung delapan bulan berada di Kediri ini belum juga mendapat kabar terkait hilangnya kontak kapal selam KRI Nanggala-402 di Perairan Bali.

“Kalau di KRI nya sudah enam tahun, tapi kalau di kapal selam KRI Nanggala-402 sudah 2 tahun,” pungkasnya.

Sebelumnya, diketahui bahwa kapal yang tengah latihan itu membawa 53 awak. Kapal terakhir melakukan kontak ketika hendak menyelam sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu (21/4/2021) lalu. Dan setelah berada di dalam air, kapal sudah tak bisa dikontak.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, sekitar pukul 03.00 WIB sampai 03.30 WIB geladak haluan KRI Nanggala masih terlihat oleh tim penjejak sea rider dalam jarak 50 meter.

Kemudian pada pukul 03.46 WIB, sea rider memonitor periskop dan lampu pengenal dari KRI Nanggala yang mulai menyelam dan tidak terlihat.

“Pada 03.36 WIB sampai 03.46 WIB, terus menerus memanggil Nanggala tapi tak ada respons. Jadi seharusnya saat tenggelam tadi masih ada periskop, masih kelihatan, namun ini langsung tenggelam, tidak ada periskopnya,” ujarnya.

Hingga saat ini setelah lebih dari 72 jam, kapal buatan Jerman yang telah dioperasikan TNI AL sejak 1981 tersebut belum juga berhasil ditemukan. Dan seluruh upaya telah dikerahkan untuk mencari kapal yang diawaki 53 orang personel TNI itu.

Sejumlah negara yang mengirimkan bantuan guna mencari kapal yakni Singapura, India, Australia, Amerika Serikat, dan Malaysia. Sementara itu, tim pencari terus berpacu dengan waktu, lantaran cadangan oksigen di dalam kapal selam tersebut hanya sampai hari ini Sabtu (24/4/2021) dini hari.

 

Berita Terkait