Siswa SMK di Sumobito Jadi Korban Pengeroyokan Sekelompok Pelajar, 2 Diamankan 

Ilustrasi tawuran.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Sumobito, Kabupaten Jombang mengamankan dua orang pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) yang diduga terlibat pengeroyokan.

Kedua terduga pelaku pengeroyokan di Jalan Raya Sumobito-Mojoagung, Kabupaten Jombang, Kamis (8/4/2021) tersebut merupakan pelajar SMK di wilayah Mojoagung.

Baca Juga

“Korbannya ada dua orang pelajar SMK di Sumobito. Terduga pelaku yang kita amankan sementara ada 2 orang pelajar SMK di Mojoagung,” kata Kapolsek Sumobito, AKP Amin saat dikonfirmasi KabarJombang.com.

Ucapan KFM
iklan podcat Jombang
iklan Ramadhan bkad Jombang
iklan Ramadhan disdik Jombang
iklan Ramadhan Pupr Jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
iklan Ramadhan Satpol PP Jombang
iklan bank jombang kredit
iklan bank jombang nabung
iklan bank jombang

Ia menjelaskan, kasus pengeroyokan ini awalnya ada rombongan pelajar SMK yang berjumlah kurang lebih 20 orang, yang mendahului masa kelulusan, kemudian mereka konvoi dari Mojoagung ke Sumobito.

Mereka lantas berhenti di depan sekolah SMK di Sumobito dan diduga terjadi konflik. Sehingga, mereka diduga melakukan pengeroyokan terhadap dua pelajar hingga babak belur.

“Waktu (anggota) sampai sana ternyata ada dua orang pelajar yang dipukuli, habis itu mereka lari balik ke arah Mojoagung. Namun, ada anggota Polisi dan dua pelajar yang diamankan oleh Polsek Mojoagung,” tandas Amin menerangkan kronologi pengeroyokan tersebut.

Sementara untuk korban pengeroyokan yakni, SH (19) warga Kecamatan Mojoagung dan AA (17) Kecamatan Sumobito. Keduanya merupakan pelajar SMK di Sumobito.

“Mereka sudah kita lakukan visum. Untuk jumlahnya sekitar 20 pelajar disalah satu sekolah yang ada di Mojoagung, kita belum tau kejelasannya mereka ini dari sekolah mana, kita lakukan penyelidikan dulu,” kata dia.

Diungkapkan Amin, pihaknya akan berupaya melakukan mediasi. Namun, jika hal tersebut masuk ke tindak pidana akan kita tindak sesuai dengan aturan 170 tentang KUHP dalam tindak pidana kekerasan terhadap orang yang dilakukan secara bersama-sama.

“Ini bukan tawuran tapi pengeroyokan, soalnya mereka mendatangi dan memukuli. Mereka murni dari sekolah bukan dari perguruan dan memang ini kejadian sudah langganan tiap tahun,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait